Siap IPO, Bali United incar pendapatan naik dua kali lipat di 2019

Selasa, 4 Juni 2019 | 03:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Era pengelolaan klub sepak bola profesional di Tanah Air dimulai. Sejumlah klub mulai melirik untuk mencatatkan saham di bursa alias initial public offering (IPO). Salah satunya adalah Bali United.

Chairman dan pemilik Bali United Pieter Tanuri menargetkan, pendapatan klub sepak bolanya bisa tumbuh dua kali lipat pada 2019. Pada tahun lalu, klub sepak bola yang bermarkas di Pulau Dewata ini mencatatkan pendapatan Rp 115,2 miliar, artinya target pendapatan tahun ini mencapai sekitar Rp 230 miliar.

Pendapatan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk tahun lalu naik 119,43% secara tahunan. Laba bersihnya per 2018 juga melejit 1.183% year on year (yoy) menjadi Rp 5,52 miliar.

Pieter mengatakan, sebanyak 60%-70% pendapatan perusahaannya masih disumbang dari bisnis sponsorship. Kemudian, bisnis merchandise berkontribusi sebanyak 15%. Sebagai informasi, perusahaan ini memiliki Bali United Merchandise Store yang memiliki satu megastore dan 19 toko kecil di Bali. Bali United juga memiliki Playland, yakni penyedia area bermain anak di stadion.

Bali United juga memiliki Bali United Academy dengan siswa mulai dari usia enam hingga 19 tahun. Tak hanya itu, Bali United juga memiliki saluran televisi Bali United TV, yakni saluran TV streaming online untuk penggemar klub yang dapat diakses via YouTube dan Oona TV. Bali United juga memiliki Bali Boga Sejahtera yang mengelola Bali United Cafe.

Klub sepakbola ini juga memiliki PT Kreasi Karya Bangsa yang mengoperasikan agensi olahraga dan pemasaran, memberikan sponsor klub sepakbola di Indonesia, memutar video langsung streaming pertandingan sepakbola dan video sponsor iklan. Di bidang media lain, Bali United memiliki Radio Swara Bukit Bali Indah yang mengelola Bali United Radio. Bisnis lain perusahaan ini adalah eSports Club yang menggelar kompetisi e-sport domestik dan internasional. Bisnis ini dijalankan anak usahanya, yakni PT IOG Indonesia Sejahtera.

Menurut Pieter, target kenaikan pendapatan ini didorong oleh perusahaannya yang bakal menjadi perusahaan terbuka. Alasannya, dengan semakin banyaknya investasi yang masuk, maka semakin banyak sumber dana untuk pengembangan bisnis.

Memang, Bali United melalui PT Bali Bintang Sejahtera akan melepas 2 miliar saham atau setara 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 175 per saham. Dengan harga tersebut, Bali United akan mengantongi dana segar Rp 350 miliar.

Bali United akan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 2019. Bali United akan menggunakan sekitar 60,5% dana IPO untuk modal. Sementara sisanya bakal digunakan untuk investasi belanja modal dan modal kerja anak perusahaan.

Selain menambah modal, lewat IPO ini, Pieter ingin memperlihatkan bahwa olahraga sudah menjadi sebuah industri. “Selama ini kan belum dikelola secara profesional. Kami ingin membuat benchmark. Bali United yang merupakan klub baru, kapitalisasi pasarnya sudah mencapai Rp 1 triliun. Apalagi klub bola yang sudah lahir lebih dulu,” ucap dia di Jakarta, Kamis (23/5).

Pada Liga 1 musim 2019 ini, Bali United menargetkan bisa bertengger di peringkat ke-5. Pada musim 2018, Bali United berada pada posisi ke-11 dengan torehan 45 poin. kbc10

Bagikan artikel ini: