Kunjungi penerima Rantang Kasih, Bupati Anas: Layanan warga miskin jangan terganggu liburan

Rabu, 5 Juni 2019 | 05:26 WIB ET

BANYUWANGI - Di pengujung Ramadan kemarin, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi sejumlah warga lanjut usia (lansia) penerima program Rantang Kasih, program yang mendistribusikan makanan bergizi gratis setiap hari ke ribuan warga kurang mampu. Salah satunya ke rumah Ibu Sehati (90) di Dusun Jajangsurat, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi.

"Selama libur Lebaran ini, saya ingin memastikan layanan-layanan sosial ke masyarakat kurang mampu, seperti untuk para lansia ini, terus berjalan dengan baik. Misalnya program Rantang Kasih harus jalan, lansia yang kondisinya sakit juga tetap dipantau oleh Puskesmas," ungkap Anas.

“Dinas Kesehatan selalu saya ingatkan untuk menyupervisi pemberian makanan ini, harus menyehatkan, dan jangan sampai keliru misalnya ada lansia tidak boleh daging kok malah tiap hari dikirimi daging,” imbuh Anas.

Sehati selama ini hidup sebatangkara. Suaminya telah meninggal belasan tahun silam. Begitu juga dengan ketiga anaknya telah meninggal dunia. Hanya ada 3 orang cucu saja yang masih hidup.

"Tapi tinggalnya jauh. Ada yang di Rogojampi, ada yang Cluring. Yang tinggal di sini, masih belum kawin. Tapi, rumahnya pisah," cerita Sehati.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Sehati masuk dalam program Rantang Kasih. Dalam program itu, para lansia miskin mendapatkan kiriman rantang makanan siap saji setiap hari secara gratis. Total ada 3.071 penerima program Rantang Kasih yang dananya berasal dari kolaborasi APBD Banyuwangi, Badan Amil Zakat, dan alokasi dana desa (ADD).

"Beruntung ada program Rantang Kasih ini, saya tidak perlu repot lagi. Di tengah fisik yqng tidak kuat ini, program ini sangat membantu saya. Makanannya enak lagi. Kalaua puasa, mengirim makanannya sore hari. Jumlahnya sudah cukup untuk makan tiga kali sampai sahur," ujarnya.

Kediaman Sehati juga telah mendapatkan bantuan bedah rumah. Sehingga rumahnya yang berupa bilik bambu telah diganti dinding tembok. Lantainya juga telah diplester dengan semen serta dilengkapi dengan toilet.

"Alhamdulillah, sekarang sudah nyaman. Tidak bocor lagi kalau hujan," akunya dengan berbahasa khas Suku Osing, suku asli Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Anas mengajak masyarakat untuk memperhatikan tetangga sekitarnya yang kurang mampu.

"Sebelum sedekah di tempat lain, pastikan tetangga sekitar tidak ada yang kekurangan dalam menyambut Lebaran," pinta Anas.

Selain mengunjungi kediaman Sehati, di tempat yang sama, Anas juga memberikan bingkisan kepada 25 lansia lainnya di lingkungan desa tersebut. "Buat sangu Lebaran," ujar Anas.

Anas kemudian memimpin doa bersama diamini oleh para lansia dan warga yang menyambut kunjungan Anas.

Bagikan artikel ini: