Konsumsi BBM beroktan tinggi meningkat pesat

Rabu, 5 Juni 2019 | 15:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tim Posko Nasional sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi Bahan Bahan Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo naik pada H-3 Lebaran 2019. Rinciannya, Pertamax naik 35,03%, sedangkan Pertamax Turbo naik 70,99% dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, kenaikan konsumsi BBM jenis tersebut menandakan bahwa masyarakat cenderung memilih BBM dengan kualitas tinggi. "Ini menunjukkan masyarakat cenderung memilih BBM dengan kualitas tinggi untuk kegiatan mudik kali ini," ujarnya, pada keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Adapun pada H-3, realisasi penyaluran dibandingkan rata-rata konsumsi BBM jenis lainnya juga naik. Rinciannya, Premium naik 23,74%, Pertalite naik 16,95% dan Pertamina Dex naik 47,76%. Untuk bahan bakar pesawat, yaitu Avtur naik 22,43%.

Tak semua konsumsi bahan bakar mengalami peningkatan, BBM solar justru mengalami penurunan 26,98%, jenis Dexlite turun 11,12% dan Kerosene turun 95,77%.Dari segi stok, Kementerian ESDM menyebut stok nasional dalam kondisi normal.

Rinciannya, BBM jenis Premium tercatat memiliki cadangan hingga 19 hari, Pertalite 20 hari, Pertamax/Akra 92 22 hari, Pertamax Turbo 54 hari. Sedangkan, BBM jenis Solar memiliki cadangan 25 hari, Dexlite 71 hari, Pertamina Dex 41 hari, Kerosene 60 hari dan Avtur 42 hari.

Adapun lonjakan antrian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.631.19 yang terletak di jalur Madiun-Ponorogo, telah berangsur normal. Dua hari lalu, Pertamina telah menambah pasokan Premium sebanyak delapan kiloliter (Kl) dan Pertalite 16 Kl, yang tiba di SPBU jam 10.00 WIB. "Untuk masa satuan tugas (satgas) tidak ada pembatasan BBM dan stok di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Madiun cukup aman," kata dia.

Sedangkan, untuk ketersediaan Liquid Petroleum Gas (LPG) totalnya 358.459 Metrik Ton (MT), dan realisasi telah mencapai 25.566 MT dengan cadangan 16 hari.Sementara itu, untuk stok Bahan Bakar Gas (BBG) sebesar 184.500 M3, dengan realisasi 30.291 M3. Stok tersebut tersebar di 16 Statsiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di seluruh Indonesia.

Untuk jaringan gas (jargas), sebanyak 377.954 M3 telah tersebar di 18 penyaluran jargas di Indonesia. "LPG dan BBG juga dilaporkan dalam kondisi aman. Pertamina berkoordinasi dengan pemda setempat menggelar Operasi Pasar LPG subsidi," ujarnya.kbc11

Bagikan artikel ini: