Jumlah pemudik Lebaran 2019 turun 17%, terbesar moda transportasi udara

Senin, 10 Juni 2019 | 06:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jumlah penumpang untuk lima moda transportasi selama arus mudik tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 17,18% dibandingkan pada 2018 lalu.

Ketua Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019 Imran Rasyid di Jakarta,Minggu( 9/6/2019) mengatakan, jumlah pemudik untuk kelima moda tersebut, yaitu jalan, penyeberangan, kereta api, laut, dan udara untuk tahun ini mencapai 11.531.775 sampai dengan hari Lebaran kedua (H2) atau turun 2.391.418 dibandingkan tahun lalu.

Penurunan terjadi hampir pada seluruh moda. Penurunan terbesar dari moda transportasi udara sebesar 34% dan moda jalan hingga 28%.

Sementara itu, jumlah pemudik yang menggunakan layanan kereta api naik 2,95%.Imran mengatakan kenaikan penumpang kereta api dikarenakan harga tiketnya yang lebih murah daripada pesawat terbang.

"Rutin saja, kereta api meningkat karena kan dia nambah armada. Pasti karena lebih murah daripada pesawat. Dan kalau kita lihat memang favorit, langsung habis. Tapi kita belum pastikan tentang penurunan ini. Apakah ada pindah transportasi misalnya dari udara ke darat? Di udara itu yang menderita justru orang yang mau pulang ke Jawa, dia tidak siap dengan tiket sekarang. Dia biasanya mudik naik pesawat, jadinya tidak jadi mudik," urainya.

Secara terpisah, Kepala Badan Litbanghub Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan keluhan harga tiket pesawat yang mahal justru dirasakan masyarakat pada periode normal, bukan saat Lebaran.

"Jadi saya ingin sampaikan kalau masyarakat melihat atau menilai tarif pesawat itu mahal, itu memang dirasakan pada periode normal. Artinya periode sebelum Lebaran, itu ada kenaikan, bahkan ada bagasi berbayar.Tapi kalau pada saat Lebaran, sebetulnya Lebaran tahun lalu juga waktu normalnya murah pas batas bawah. Pas Lebarannya kan pas batas atas. Nah ini juga sama, Lebaran juga jualnya batas atas," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: