China pasar terbesar, Pupuk Indonesia siap ekspor 2,1 juta ton di tahun ini

Selasa, 11 Juni 2019 | 19:13 WIB ET
Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Achmad Tossin Sutawikara.
Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Achmad Tossin Sutawikara.

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pupuk Indonesia  (Persero) memperkirakan  kenaikan volume ekspor pupuk tahun ini ditaksir mencapai 2,1 juta ton. Perkiraan volume ekspor itu naik sekitar 200.000 -300.000 ton, mengingat sepanjang tahun 2018, perusahaan mencatatkan realisasi ekspor pupuk sebesar 1.9140.000 ton.

“Kalau liat sekarang (ekspor pupuk tahun 2019), matematikanya mungkin lebih. Berapa lebihnya, seberapa jauh nanti akan bergantung pasokan ketersediaan pupuk untuk kebutuhan dalam negeri dapat diamankan terlebih dahulu,” ujar Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Achmad Tossin Sutawikara kepada kabarbisnis.com di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Achmad  mengatakan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) menyebutkan ekspor pupuk tahun ini antara 200.000-300.000 ton. Adapun yang perlu digarisbawahi selain menghitung berapa volume yang akan diekspor juga potensi revenue yang akan diraih.”Misalnya apalagi harga pupuk di pasar internasional lagi rendah, ya kita tidak jualan (ekspor red),” kata Achmad.

Achmad mengakui rencana ekspor pupuk ini baru sebatas usulan yang masih harus mendapat persetujuan dari pemerintah. Terlebih dahulu Kementerian Pertanian mengeluarkan rekomendasi teknis ekspor .

Setelah itu, proses usulan ekspor pupuk itu mendapat persetujuan Kementerian Perdagangan. “Kalau Kementerian Pertanian jangan, amankan dulu dalam negeri maka kita amankan,” kata Achmad.

Sejumlah negara menjadi pasar ekspor Pupuk Indonesia, seperti Bangladesh, Tahiland, Philipina dan Selandia Baru. Namun China merupakan pasar utama pupuk Indonesia dengan kontribusi sekitar 50-60%.

“China itu unik, disana banyak pabrik pupuk. Tapi  ada di suatu periode musim tanam , mereka tidak cukup jadi harus impor. Sebaliknya ketika musim panen raya, mereka harus ekspor (pupuk red),” terang Achmad.

Siklus musim tanam dan panen padi di China inilah memiliki andil terbesar naik-turunnya harga eskpor pupuk Indonesia. Namun, secara rerata harga pupuk urea sepanjang tahun 2018 sebesar US$ 270 /ton.

Ditambahakan ekspor pupuk ini akan dilakukan sejumlah anak perusahaan Pupuk Indonesia yakni PT Petrokima Gresik , PT Pupuk Kaltim dan PT Pusri Palembang dan PT Pupuk Kujang.”Ekspor pupuk terbesar dilakukan PT Pupuk Kaltim,” kata Achmad.

Realisasi ekspor pupuk Indonesia tahun 2018 lalu sebesar 1,9 juta ton dengan pupuk urea sebesar 1.141.720 ton, kemudian NPK sebanyak 143.558 ton. Kemudian pupuk amoniak sebesar 659.705 ton dan ZA sebanyak 12.090 ton. Kbc11

Bagikan artikel ini: