BI proyeksikan ekonomi RI tumbuh 5,5 persen di tahun depan

Rabu, 12 Juni 2019 | 07:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 berada pada kisaran 5,1 - 5,5 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan, prospek ini ditopang oleh permintaan domestik yang meningkat dan kinerja sektor eksternal yang mulai membaik dari sisi permintaan domestik.

"Konsumsi diperkirakan tumbuh tetap tinggi dan investasi di perkirakan akan tumbuh meningkat," kata dia, dalam rapat bersama Badang Anggaran DPR RI, di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Sementara itu, dari prospek ekspor dia mengungkapkan BI memiliki proyeksi membaik sejalan dengan proyeksi ekonomi global yang mulai meningkat serta harga komoditas dunia yang sedikit membaik.

"Prospek ekonomi domestik yang membaik juga ditopang oleh perbaikan efisiensi dan produktivitas perekonomian yang sejalan dengan dampak positif dari berbagai kebijakan reformasi struktural yang ditempuh pemerintah, baik di infrastruktur, perbaikan iklim investasi maupun di sektor-sektor yang lain," ujar dia.

Sementara itu, dari sisi eksternal dia mengakui kinerja sektor ekonomi Indonesia memang terkena dampak dari ekonomi global.

Namun demikian, bauran kebijakan yang secara konsisten ditempuh oleh Bank Indonesia dengan sinergi yang kuat dengan kebijakan pemerintah mampu menjaga stabilitas perekonomian dari dampak negatif perekonomian global.

"Neraca pembayaran Indonesia di triwulan 1 2019 mencatat surplus USD 2,4 miliar didorong oleh lebih besarnya surplus dari neraca modal dan finansial sebesar USD 10,1 miliar dibandingkan dengan defisit transaksi berjalan yang USD 7 miliar dolar atau 2,6 persen dari PDB," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah mengusulkan target pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,3-5,6 persen dalam asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah perlu menerapkan kehati-hatian namun tetap optimis untuk mewujudkannya.

"Asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar 5,3-5,6 persen, Pemerintah berpendapat perlunya sikap kehati-hatian namun penting untuk menjaga optimisme yang terukur," kata dia.

Dia menjelaskan, perkiraan batas bawah dalam asumsi pertumbuhan ekonomi menunjukkan risiko global yang meningkat. Sedangkan perkiraan proyeksi batas atas menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi apabila semua unsur penyumbang pertumbuhan dapat diwujudkan.

"Landasan perkiraan pertumbuhan tersebut adalah terjaganya pertumbuhan konsumsi, investasi dan eskpor dengan dukungan belanja pemerintah secara proporsional," tutur dia.

Selain itu, dia menyatakan konsumsi dijaga melalui inflasi pada tingkat yang rendah terkendali untuk menjaga daya beli masyarakat, serta program bantuan sosial yang komprehensif untuk mendorong pemerataan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. kbc10

Bagikan artikel ini: