Platform ekosistem industri fesyen siap diwujudkan

Rabu, 12 Juni 2019 | 17:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membuat platform yang menghubungkan ekosistem bisnis industri fesyen tahun ini. Platform tersebut terdiri dari suplier bahan baku, desainer, penjahit, dan industri dalam konsep yang dinamakan Fitting Room.

Fitting Room nantinya dapat mengintegrasikan supply chain industri fashion. Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum mengatakan pembuatan platform tersebut akan memberikan kemudahan kepada konsumen dalam membeli produk fashion yang sesuai dengan ukuran tubuh tanpa harus mendatangi penjahit. “Jadi bisa lebih praktis,” kata Ratna dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Ratna mengungkapkan proyek percontohan tersebut bakal diuji coba dahulu kepada IKM fashion di Jawa Barat. Dia berharap IKM fashion di kota lainnya juga dapat mengimplementasikan industri 4.0 sebab sektor ini diklaim sedang mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya.

Catatan Kemenperin menyebutkan Indonesia berhasil mengekspor produk fashion hingga US$ 14,29 miliar pada tahun 2018 atau meningkat 7,75% dari tahun 2017 yang hanya mencapai US$ 13,29 miliar.

Dikatakan industri tekstil dan produk tesktil (TPT) dalam negeri mampu kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi. Hal ini didorong lantaran struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

Dengan pertumbuhan ekonomi dan pergeseran permintaan dari pakaian sehari-hari (basic clothing) menjadi pakaian fungsional seperti baju olahraga, kata dia, industri TPT nasional pun perlu membangun kemampuan produksi dan meningkatkan skala ekonomi agar dapat memenuhi permintaan di pasar domestik maupun ekspor.“Peningkatan skala ekonomi harus ditopang produksinya,” kata Airlangga.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan pemerintah menyadari produk IKM Indonesia memiliki pasar yang terus meningkat. Karena itu, menurut dia para penggiat IKM termasuk sektor fashion menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global.

Gati menambahkan guna meningkatkan akses pasar bagi pelaku IKM, Kemenperin memiliki program e-Smart IKM yang menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace. Melalui program e-Smart ini, kata Gati, produk IKM didorong untuk memasuki pasar online sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas karena dapat diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.kbc11

Bagikan artikel ini: