Bank Dunia bakal guyur utang Rp707 miliar untuk proyek perkotaan di Indonesia

Kamis, 13 Juni 2019 | 17:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Dunia akan menggelontorkan pinjaman senilai US$49,6 juta atau setara Rp707,1 miliar kepada Indonesia. Pinjaman ini akan digunakan untuk Proyek Pengembangan Perkotaan Nasional.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A. Chaves mengatakan, pinjaman tersebut sudah disetujui oleh Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia pada awal pekan ini. 

Bantuan diberikan karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan kontribusi urbanisasi terbesar di dunia. Berdasarkan data PBB, populasi perkotaan Indonesia bertambah 59 juta orang dari 2010 hingga 2018.

Saat ini, 137 juta orang atau sekitar 54 persen dari penduduk di Indonesia tinggal di kota. Rodrigo berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memperbaiki proses perencanaan pembangunan perkotaan, pengembangan infrastrukturnya dan membuat investasi lebih efisien dalam mengurangi kerentanan terhadap bahaya perubahan iklim.

"Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim yang merugikan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pekan ini.

Selain menggelontorkan pinjaman untuk program tersebut, Bank Dunia sebelumnya juga menggelontorkan dana sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun kepada Indonesia untuk 'membersihkan' Sungai Citarum.

Untuk mendapatkan dana tersebut, dalam minggu-minggu ini pihaknya akan membuat pemaparan kepada pemerintah dan Bank Dunia soal rencana pemanfaatannya. 

"Dalam waktu satu minggu ini, kami harus presentasi ke pemerintah pusat dan Bank Dunia, uang Rp1,4triliun buat apa saja," katanya seperti dikutip dari Antara beberapa waktu lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: