Dihadiri Jokowi, pawai Pesta Kesenian Bali digelar meriah dan membeludak

Minggu, 16 Juni 2019 | 00:31 WIB ET

DENPASAR – Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019, Sabtu (15/6), berlangsung sangat meriah. Apalagi, acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Suasana makin seru saat Presiden beberapa kali dalam sambutan berbicara dalam bahasa Bali. Ribuan orang antusias hadir di PKB. Pesta Kesenian Bali akan berlangsung hingga 13 Juli 2019. 

 

Bersama Presiden, sejumlah pejabat di Kementerian Pariwisata juga terlihat menemani. Ada Ketua Tim Pelaksana CoE Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani, hingga Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani. Bergabung juga Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, dan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional III Harwan Ekoncahyo. 

Presiden Jokowi yang ikut dalam pawai, sangat dinanti masyarakat. Pawai dilakukan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar. Dimulai pukul 14.00 WITA.

 

Presiden Jokowi datang mengenakan busana khas Bali. Lengkap dengan penutup kepalanya. Kehadirannya membuat para pengunjung dan wisatawan berebut untuk mengabadikannya.  Rangkaian event diawali dengan tarian khas Bali, seperti Pendet. 

“Ini event luar biasa. Saya melepas pawai dan membuka Pesta Kesenian Bali ke-41. Semua hal terkait event sudah sangat jelas,” ungkap Jokowi dalam pidatonya, Sabtu (15/6).

 

Digelar hampir sebulan, Pesta Kesenian Bali menjadi panggung budaya. Berbagai latar dan warna budaya lokal hingga dunia ditampilkan di sini. Tercatat  5 negara ambil bagian dalam event ini. Seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Singapura. 

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kehadiran Jokowi di Bali dan event tersebut menjadi kehormatan.

 

“Menjadi kehormatan bagi kami mendapat kunjungan Presiden Jokowi. Event Pesta Kesenian Bali ini sangat penting. Sebab, menjadi wahana pelestarian budaya Bali yang merupakan warisan leluhur. Kami juga gembira karena peserta event ini antusias, termasuk dari mancanegara,” kata Wayan Koster.

 

Pesta Kesenian Bali menawarkan format workshop, pamerah, dan sarasehan. Total ada 220 pagelaran. Selain dari kabupaten/kota di Bali, peserta juga datang dari 10 daerah di nusantara. Beberapa daerah itu adalah, Papua, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, juga Lampung. 

Ketua Tim Pelaksana CoE Esthy Reko Astuty menjelaskan, event sangat meriah.

 

“Kemeriahan sangat terasa. Pesta Kesenian Bali memang event besar. Selalu menarik perhatian publik. Wisman dan wisnus membaur menjadi satu menikmati bebagai parade budaya Bali yang adiluhung. Kami tentu gembira karena Presiden Jokowi hadir di sini dan memberikan dukungannya langsung. Hal ini akan semakin menggairahkan pariwisata Bali,” jelas Esthy.

 

Mengacu panggung Pawai Pesta Kesenian Bali, berbagai warna budaya ditampilkan utuh. Pawai ini akan diikuti oleh 4.370 orang dari 14 kelompok peserta. Mereka ini adalah duta dari 9 kabupaten/kota di Bali. Bergabung juga peserta dari Papua, Jawa Timur, dan Tiongkok. Pembuka pawainya pertunjukan 100 Tari Pendet dan 100 Tari Baris Gede. Tari ini dibawakan oleh SMK 3 Sukawati.

 

Tari Baris Gede salah satu olah keprajuritan. Karakternya gagah dan berwibawa. Ada juga Garapan Pembuka dari ISI Denpasar. Mereka menampilkan Tari Siwa Nataraja yang diiringi oleh Gamelan Ketug Bumi. Ketug Bumi menjadi isyarat dunia yang bergetar. Aransemen musiknya agung dan megah dengan melibatkan 11 alat musik. Adapun Siwa Natapraja sebagai manifestasi Tuhan yang mencipta bumi.

 

Di belakangnya, tampil seni dari Tiongkok, lalu dilanjutkan Papua dan Sumenep (Jawa Timur). Tim asal Tiongkok menampilkan Tari Ga Guang yang berasal dari etnik Dai di Yunnan. Untuk Papua diwakili ISBI yang menampilkan garapan Isosolo dengan background budaya Sentani. Tampil khas, Sumenep menampilkan musik Tong-Tong plus lagu Kerapan Sapeh, Tanduk Majeng, dan Nyello Aeng.

 

“Kehadiran peserta dari luar Bali semakin menambah kekayaan event budaya ini. Hal ini menjadi bukti bahwa melalui budaya, semua bisa disatukan. Semua perbedaan menjadi alat penguat dan pemersatu. Dengan konsep luar biasa ini, kami yakin Pesta Kesenian Bali tahun ini lebih sukses dari sebelumnya,” terang Esthy lagi.

 

Kemeriahan Pawai Pesta Kesenian Bali pun berlanjut. Slot parade berikutnya lalu diisi oleh kabupaten dan kota di Bali. Menampilkan beragam potensinya, pawai tuan rumah dibuka oleh Kabupaten Bangli. Lalu, diikuti oleh Badung, Karangasem, dan lainnya. 

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, event menjadi komoditi terbaik penarik wisatawan.

 

“Pawai ini menjadi awalan yang positif. Suasananya sangat ramai. Pengunjung mendapatkan banyak experience budaya dari seluruh wilayah Bali dan beberapa daerah lain di nusantara. Dengan event ini, kami optimistis arus wisatawa menuju Bali akan semakin kompetitif,” papar Rizki, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

 

Menggunakan akses Bandara Ngurah Rai, Denpasar, pergerakan wisman mencapai 1,86 Juta orang di rentang Januari-April 2019. Dari jumlah itu, arus wisatawan Tiongkok dominan 430.060 orang. Jumlah itu memiliki slot sekitar 32%. Porsi menjanjikan pun diberikan wisatawan Australia. Jumlahnya sekitar 344.223 dengan porsi 26%. Pergerakan besar juga ditunjukan wisatawan India dengan 112.879 orang.

 

“Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas kehadirannya di Pesta Kesenian Bali. Apresiasi juga diberikan karena Presiden Jokowi banyak membranding potensi-potensi luar dari pariwisata Bali. Dengan dukungan luar biasa ini, kami yakin pariwisata Bali terus tumbuh besar. Ujungnya tentu saja kesejahteraan masyarakat,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik Asia Pasifik. (***)

Bagikan artikel ini: