Berburu suvenir Dayak Bidayuh di Desa Jagoi Kindau

Senin, 17 Juni 2019 | 18:18 WIB ET

KALBAR – Dayak Bidayuh mempunyai tradisi budaya yang eksotis. Tradisi itu sudah turun temurun dilakukan dari leluhur nenek moyang terdahulu. Saat ini, tradisi tersebut diperkenalkan pada masyarakat luas melalui gelaran Internasional Nyobeng Dayak Bidayuh 2019, Sabtu-Minggu (15-16/6).

Event yang berlangsung di Dusun Sebujit, Desa Hlibue, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat ini menampilkan beragam kegiatan. Selain tradisi budaya, Dayak Bidayuh juga mempunyai kerajinan tangan tradisional. Salah satunya base dan raga yang terbuat dari anyaman rotan.

“Kerajinan ini dapat ditemui tidak jauh dari lokasi Festival Nyobeng. Tepatnya di Desa Jagoi Kindau, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bengkayang, I Made Putra Negara, Minggu (16/6).

Produk anyaman ini dapat dijadikan sebagai oleh-oleh atau souvenir bagi pengunjung Internasional Nyobeng Dayak Bidayuh 2019. Terlebih, Desa Jagoi Kindau sudah ditetapkan oleh Pemkab Bengkayang sebagai Kampung Kreatif. Artinya, produk kerajinan yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Menurut Putra, masyarakat Jagoi rata-rata adalah perajin anyaman rotan. Tradisi membuat kerajinan ini sudah turun temurun dari nenek moyang terdahulu. Base adalah kerajinan tangan berupa keranjang besar. Sementara raga adalah tas ukuran kecil atau tas belanja. Semua kerajinan tersebut merupakan karya asli masyarakat Dayak, khususnya dari Desa Jagoi Babang.

“Selain itu, ada juga produk cincin dan gelang. Semuanya terbuat dari bahan rotan. Sejauh ini, market utamanya adalah orang Malaysia. Sebab, wilayah ini sangat dekat dengan perbatasan Indonesia-Malaysia,” bebernya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani menyatakan, Desa Jagoi Kindau wajib dikunjungi karena lokasinya mudah dijangkau dari lokasi acara Festival Nyobeng. Jalannya sudah bagus dan aksesnya mudah. Apalagi, view di sepanjang jalan sangat indah.

Produk anyaman rotan di sini sangat khas. Semua dilakukan secara manual. Karena mengandalkan tangan, hasil pengerjaannya pun sangat detail. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp100 ribu sampai Rp300 ribu tergantung produk yang dibeli.

“Silakan berkunjung ke Desa Jagoi Kindai. Di sini, wisatawan juga bisa belajar banyak terkait pembuatan anyaman rotan. Semua bahan baku dari rotan yang diambil dari hutan sekitar desa,” jelasnya, diamini Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui, Desa Jagoi Kindau memiliki potensi pariwisata yang besar. Daya tariknya unik. Selain budaya, juga memiliki produk anyaman tradisional yang khas. Produk ini tentu menjadi aset yang besar bagi pariwisata Kabupaten Bengkayang.

“Budaya sangat menarik untuk disimak. Banyak wisatawan terpesona dengan budaya Indonesia. Bahkan, 60 persen wisatawan mancanegara datang ke Tanah Air karena budaya. Dari sisi atraksi, budaya kita jelas sangat kuat. Ini yang harus dikelola secara serius bersama-sama,” tegasnya.(****)

Bagikan artikel ini: