Agar tak tereliminasi aturan OJK, ini saran buat multifinance bermodal di bawah Rp100 miliar

Senin, 17 Juni 2019 | 22:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan pembiayaan atau multifinance yang modalnya masih di bawah Rp 100 miliar harus bersiap diri. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan multifinance mempunyai minimal modal Rp 100 miliar paling lambat pada 31 Desember 2019.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan ada beberapa cara untuk memenuhi aturan tersebut. Yakni, dimana modal yang disetornya ditambah atau melalui merger (penggabungan perusahaan) atau mencari investor baru.

"Sebagian susah sebagian masih dapat dengan menjaminkan fixed asset, dan sebagian masih bisa menerbitkan Medium Term Notes (MTN) walaupun harus info ke pengawas OJK dahulu,” ujarnya, Senin (17/6/2019).

Per April 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 39 perusahaan pembiayaan yang memiliki ekuitas kurang dari Rp 100 miliar atau sebesar 21,20% dari total industri sebanyak 183 yang masih bermodal di bawah Rp 100 miliar.

OJK memberikan tenggat waktu pada tahun 2016 multifinance harus memiliki modal minimal Rp 40 miliar, lalu minimal sebesar Rp 60 miliar di tahun 2017, kemudian minimal Rp 80 miliar di 2018, serta minimal Rp 100 miliar pada akhir tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: