BKPM anggap investor sudah 'move on’ dari euforia Pemilu

Selasa, 18 Juni 2019 | 17:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan minat dan gairah investasi mulai tumbuh kembali usai gelaran Pemilu yang dilaksanakan April 2019 kemarin. Investor menganggap pelaksanaan pemilu yang aman dan damai di Indonesia mendorong perbaikan sentimen.

Kepala BKPM  Thomas L. Lembong mengatakan paska pemilu kemarin pihaknya banyak mendapat pernyataan positif dari investor yang menyatakan antusiasmenya terhadap situasi politik dan ekonomi Indonesia. Banyak dari investor yang menyatakan minat investasinya baik dalam bentuk investasi baru atau ekspansi usaha.

"Terus terang langsung dalam minggu-minggu pasca pemilu banyak sekali pertanyaan, inquiry dan ekspresi minat dari berbagai investor di berbagai kawasan. Mereka cari tahu ke kami apa peluang-peluang investasi dan arah kebijakan atau terobosan dan gagasan baru yang bisa kita antisipasi di periode keduanya Pak Presiden," kata Thomas di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Bahkan Thomas menilai kini kalangan investor sudah mulai move on dari euforia Pemilu 2019 usai Idul Fitri. Para investor dari berbagai kubu politik pun sudah mulai kembali fokus kepada perekonomian.

Mantan Menteri Perdagangan ini optimis secara full year, pertumbuhan realisasi investasi tahun 2019 ini akan mencapai double digit. Namun Thomas enggan menyebutkan angka berapa asumsi pertumbuhan realisasi investasi.

Selain karena stabilitas politik dan ekonomi Indonesia yang dinilai positif investor, imbas perang dagang yang masih terjadi menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Dikatakannya dalam setiap triwulan selalu ada investor yang menyatakan minat dan merealisasikan investasinya dengan merelokasi usahanya ke Indonesia.

"Prediksi saya untuk full year 2019 PMA (penanam modal asing) dan PMDN (penanam modal dalam negeri) pertumbuhannya kembali ke doubel digit. Jadi itu aspek positif ekonomi kita yang harus kita jaga abis-abisan," imbuhnya.

Thomas juga mengatakan  investasi dalam bentuk foreign direct investment (FDI) justru menunjukkan tren positif. Hal itu terjadi karena investor secara nyata tidak ingin terlibat dari perang dagang yang selalu digembar-gemborkan oleh pemerintahan AS - China.

"Menurut saya justru positif (FDI) dan menurut saya posisinya akan semakin positif. Karena memang semakin jelas bahwa dengan perang dagang AS dengan Tiongkok banyak sekali industri mau merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke kawasan lain (termasuk Indonesia)," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: