Incar penjualan tumbuh 15%, ini strategi Sekar Laut

Selasa, 18 Juni 2019 | 19:41 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pasar produk kerupuk dan sambal siap saji diyakini masih memiliki peluang pasar yang cukup bagus. Hal ini pula yang meyakini manajemen PT Sekar Laut Tbk optimis kinerjanya tahun ini akan positif.

Emiten produsen makanan olahan asal Sidoarjo ini menargetkan penjualan hingga akhir tahun 2019 akan tumbuh 15 persen, dan laba bersih meningkat 20 persen.

Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal mengatakan, keyakinan perseroan didasarkan pada kinerja penjualan pada kuartal I tahun 2019 yang naik 21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Sepanjang kuartal I penjualan perseroan mencapai Rp 308,4 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 9,3 miliar. Dengan kinerja yang positif ini kami berupaya untuk mempertahankannya," katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Selasa (18/6/2019).

Sementara itu guna mencapai target tersebut, perseroan akan memperluas pasar ekspor dan memperkuat pasar domestik. Untuk pasar ekspor diantaranya akan gencar memperluas pasar baru di sejumlah negara seperti Belanda, Inggris, Korea, juga memasuki pasar Asia seperti Jepang dan China.

"Sedang untuk pasar domestik, perseroan akan mengintensifkan pasar di Jawa juga pasar Sumatra dan Kalimantan," ujar John.

Selain perluasan pasar baru, dia bilang, perseroan juga menambah varian produk, diantaranya keripuk berbahan baku sayuran untuk pasar ekspor. Juga produk sambal siap saji yang selama ini hanya ada jenis sambal terasi, sambal ijo, dan sambil rawit, baru saja ada produk baru yakni sambal kemiri dan sambal pedas.

Secara umum, John bilang jika selama ini penjualan perseroan masih didominasi penjualan domeestik sekitar 67 persen, dan sisanya sekitar 33 persen dikontribusi dari penjualan ekspor.

"Untuk pasar dalam negeri, yang paling banyak terjual adalah produk sambal. Sedangkan untuk pasar ekspor, yang paling banyak laku adalah produk krupuk," terangnya.

John menambahkan, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp20 miliar. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pengadaan mesin baru. Harapannya, keberadaan mesin baru ini mampu meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Asal tahu saja, kapasitas produksi perseroan pada 2018 lalu sebesar 30.000 ton per tahun. Naik dari tahun 2017 yang masih sebesar 24.500 ton.

Kapasitas produksi sebesar itu, diperkirakan mampu memenuhi permintaan pasar hingga 1-2 tahun mendatang.

Sementara itu berdasar laporan keuangan perseroan, sepanjang tahun 2018 lalu penjualan Sekar Laut mencapai Rp 1,045 triliun, naik dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp 914,2 miliar. Sedangkan laba bersih tahun 2018 mencapai Rp 32 miliar, naik dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp 23 miliar. kbc7

Bagikan artikel ini: