Bekraf bidik 2.200 layar bioskop terbentang hingga 2020

Rabu, 19 Juni 2019 | 06:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan akan ada 2.200 layar bioskop di Tanah Air hingga akhir tahun 2020. Angka ini meningkat dari jumlah bioskop yang ada saat ini yakni sebanyak 1.900 layar.

"Hingga akhir tahun depan sebanyak 2.200 layar. Kalau tahun ini bisa sampai 2.000 layar di seluruh Indonesia," ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf, Senin (17/6/2019).

Triawan menerangkan, industri perfilman semakin berkembang pesat khususnya sejak pemerintah membuka industri film dari daftar negatif investasi (DNI) melalui Perpres Nomor 44 Tahun 2016. Dia mengatakan, dari 2015 hanya terdapat 1.100 layar bioskop, dan saat ini sudah berkembang menjadi 1.900 layar.

Triawan menambahkan, asing masih tertarik untuk berinvestasi di bidang industri perfilman di Indonesia. "Mereka sekarang menumpahkan investasinya ke Indonesia. Karena memang potensi di Indonesia sangat tinggi untuk meningkatkan jumlah penonton dan tidak akan terdukung kalau tidak ada layar yang cukup," terangnya.

Tak hanya dari sisi jumlah layar bioskop, Triawan bilang, investor asing tertarik untuk memproduksi film-film nasional. Menurut Triawan, ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar.

"Mereka datang ke sini untuk membuat film Indonesia. Film Indonesia yang berkualitas internasional, sehingga bukan hanya untuk merebut pasar Indonesia, tetapi di luar," tambahnya.

Triawan menyebut jumlah penonton film nasional terus meningkat. Menurutnya hanya ada 16 juta penonton di tahun 2015 dan meningkat menjadi 52 juta penonton tahun lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: