KFC klaim telah kurangi sedotan plastik 91 persen di gerainya

Rabu, 19 Juni 2019 | 08:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kampanye pengurangan pemakaian sedotan plastik mulai diterapkan oleh pengelola restoran di Tanah Air. 

Restoran cepat saji KFC Indonesia misalnya, mengklaim berhasil mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai 91 persen di seluruh gerainya.

"Penggunaan sedotan plastik di KFC Indonesia sudah turun hingga 91 persen," kata General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk Hendra Yuniarto di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Menurut dia, sejak Mei 2017, pengurangan penggunaan sedotan plastik dalam program No Straw Movement telah berdampak nyata. Berawal dari pengurangan penggunaan sedotan plastik di enam gerai yang dilanjutkan ke 250 gerai di Jabodetabek, dan pada akhir 2018, program ini telah dilaksanakan di seluruh 690 gerai KFC di Indonesia.

Menurut dia, program No Straw Movement mendapat sambutan baik dari para konsumen restoran siap saji ini. "Dari 714 gerai KFC, sedotan plastik hanya tersedia sembilan persen. Itu karena kami masih sediakan bagi konsumen tertentu yang lupa bawa sedotan stainless steel dan untuk konsumen berkebutuhan khusus," katanya.

Kini, ia mengatakan konsumen yang datang di restoran cepat saji ini diajak untuk mengganti kebiasaan menggunakan sedotan plastik sekali pakai ke sedotan tahan karat yang dapat digunakan berulang kali.

"Tugas berikutnya adalah reuse. Kami ajak konsumen untuk melakukan kebiasaan reuse, kami kenalkan sedotan stainless steel," kata Hendra.

KFC pun meminta masyarakat untuk membawa sedotan stainless steel sendiri ataupun membeli sedotan antikarat tersebut yang ditawarkan oleh KFC.

Tak hanya menghadirkan sedotan stainless steel, ia mengatakan KFC dalam komitmennya menjaga lingkungan juga mengenalkan Gerakan Budaya Beberes dan menjalankan program pengelolaan sampah. Konsumen diajak membereskan sendiri setiap sisa makanannya dan membuangnya ke tempat sampah yang sudah disediakan. kbc10

Bagikan artikel ini: