Rajut ukhuwah pasca-Pilpres, Gus Sholah: Semua mukmin bersaudara, mau 01 atau 02

Rabu, 19 Juni 2019 | 13:12 WIB ET

SURABAYA - Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), mengajak semua umat untuk kembali merajut ukhuwah pasca-Pilpres. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari tersebut merasa prihatin dengan adanya polarisasi di masyarakat, yang bahkan membelah publik sampai ke tataran terbawah.

“Kita semua menyadari bahwa pada saat ini ukhuwwah insaniyah, ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah Islamiyah kita tengah mengalami gangguan serius sebagai dampak negatif pemilihan umum. Kita merasa prihatin melihat kenyataan itu,” ujar Gus Sholah.

Oleh karena itu, sambung Gus Sholah, semua elemen bangsa berkewajiban memulihkan kembali persaudaraan kita. “Ini sesuai perintah al Qur’an: audzu billahi minassyaitoonir rajiim bismillaahirrohmanirrohim, Innamal mukminuuna ikhwatun fa aslikhu baina akhiwaikum, wattaqulloh la’allakum turhamun,” jelas Gus Sholah.

Gus Sholah mengajak semua pihak untuk menyudahi semua pertikaian terkait pemilihan presiden. “Perbedaan pilihan politik itu wajar, tapi jangan diperuncing yang bisa mengganggu ukhuwwah kita. Suasana Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk memperbaiki ukhuwah kita,” ujarnya.

“Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, kami mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen untuk menyuarakan pentingnya silaturahim nasional dan rekonsiliasi sesama anak bangsa,” imbuh adik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

Terkait proses penyelesaian sengketa pemilihan presiden, Gus Sholah meminta semua pihak untuk percaya sepenuhnya kepada Mahkamah Konstitusi. “Semua pihak harus menghormati dan patuh kepada keputusan para hakim konstitusi,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini: