PAL tawarkan pengembangan Strategic Sealift Vessel di Filipina

Rabu, 19 Juni 2019 | 19:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PAL Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus memperluas pasar internasional, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan ikut berperan aktif dalam pameran sekalígus konverensí dí bídang industri pertahanan dan energi di Filipina melalui program Philippines Marine Expo (Philmarine) 2019 yang diselenggarakan oleh Philippines Maritime Industry Authority.

Philmarine 2019 merupakan pameran internasional di bidang maritim, pembangunan kapal, teknologi minyak dan gas, industri berat serta industri penunjang. Diadakan pada 18-20 Juni 2019 bertempat di SMX Convention Center Manila, Mall of Asia Complex, Pasay City, Philippines. 

Pembukaan acara Philmarine 2019 dihadiri langsung oleh The Deputy of Chief Staff, Armed Forces of The Philippines Vice Admiral Narcisco A. Vingston Jr.

 

Pada acara Philmarine 2019, PT PAL Indonesia (Persero) menampilkan beberapa produk unggulannya seperti New Version of Strategic Sealif Vessel, Landing Platform Dock, Offshore Platform Vessel, Kapal Selam Diesel Elektrik 1.1209/1400 setta Barge Mounted Power Plant (BMPP). 

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero)  Budiman Saleh yang turut hadir di dalam Philmarine 2019 pada kesempatan pertama menyampaikan bahwa momentum tersebut harus dijadikan sebagai sarana memperkuat posisi PT PAL Indonesia (Persero) dalam memperluas pasar serta menunjukkan eksistensi PT PAL Indonesia (Persero) dalam penguasaan teknologi kapal perang di kancah internasional.

“Komunikasi dan kerjasama yang kuat antara PT PAL Indonesia (Persero) dalam mendukung program modernisasi alat utama persenjataan Filipina sudah terbangun sejak adanya pembangunan kapal perang berjenis Strategic Sealift Vessel (SSV); BRP Tarlac LD—601 yang telah diserahkan pada tahun 2016 dan BRP Davao Del Sur yang telah diserahkan pada tahun 2017. Dan ini telah menjadi Hak Kekayaan Intelektual yang terdaftar di Indonesia atas nama PT PAL Indonesia,” terang Budiman Saleh dalam siaran resmi yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Rabu (19/6/2019).

Dalam acara pameran kali ini PT PAL Indonesia (Persero) menunjukkan salah satu inovasi produk unggulannya, dan menjadi bukti kesiapan PT PAL Indonesia (Persero) untuk selalu hadir mendukung program modernisasi sistem persenjataan dan alat pertahanan Pemerintah Filipina khususnya di Kementerian Pertahanan Filipina.

Landing Dock (LD) yang merupakan pengembangan dari produk sebelumnya

Strategic Sealift Vessel (SSV) memiliki fungsi azasi sama yaitu, Militer dan Non-Militer; Operasi Militer di laut, Logistik serta sebagai Kapai Angkut. Selain itu, kapal ini mampu membawa Tank dengan kapasitas 40 ton , serta memiliki landasan pendaratan yang dapat mengangkut 2 helikopter di landasan dan 1 helikopter di hanggar dengan kapasitas ukuran helikopter 10 ton. 

Selain itu juga 4 kapal support; 2 jenis Kapal Pengangkut Pasukan Batalyon (LCU) yang berfungsi untuk mendaratkan prajurit saat melakukan operasi militer ke darat dan 2 kapal pengangkut pasukan patroli militer (RHIB) untuk misi patroli pengintaian di perairan. Kemampuan lain dari kapal adalah dilengkapi dengan fasilitas support medis ini mampu menjalankan operasi kemanusian (non-militer) yang diemban. 

“Salah satu pengembangan teknis teknologi rancang bangun pada Landing Dock (LD) yang tidak ditemui di Strategic Sealift Vessel (SSV) adalah Provision Armament/persenjataan pada buritan kapal tepat di Sisi port & starboard,” terangnya.

Produk unggulan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan Alutsista Pemerintah Filipina serta meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme Angkatan

Laut Filipina di mata dunia.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa keberadaan PT PAL Indonesia (Persero) dalam mendukung pemenuhan dan pengembangan industri maritim selama lebih dari 39 tahun menunjukkan kesiapan matang dalam menjadi pemeran pasar nasional dan global. 

Komitmen PT PAL Indonesia (Persero) dibuktikan dengan adanya success story PT PAL Indonesia (Persero) dalam menyerahkan lebih dari 45 unit kapal ekspor kepada pasar internasional baik produk kapal niaga maupun kapal perang, seperti salah satunya ekspor Kapal Perang berjenis Strategic Sealift Vessel (SSV) 123 meter pesanan Kementerian Pertahanan Filipina.kbc6

Bagikan artikel ini: