Kuartal I, pendapatan industri asuransi jiwa capai Rp62,2 triliun

Kamis, 20 Juni 2019 | 14:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kinerja industri asuransi jiwa di Tanah Air pada kuartal I-2019 cukup moncer, dimana pendapatannya tumbuh sebesar 19,7% seiring dengan membaiknya kondisi pasar investasi Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan bahwa total pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia di kuartal I tahun 2019 meningkat 19,7% sebesar Rp62,23 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp51,97 triliun.

"Pada kuartal pertama 2019, kami (AAJI), mencatat total pendapatan, total klaim dan manfaat yang dibayarkan serta jumlah agen berlisensi di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan, meski total pendapatan premi mengalami perlambatan," ujar dia di Rumah AAJI Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Dia menjelaskan untuk total pendapatan premi pada kuartal pertama tercatat Rp46,40 triliun dibanding kuartal pertama 2018 sebesar Rp52,49 triliun, yang berkontribusi terhadap 74,6% total pendapatan melambat 11,6%.

"Perlambatan total premi dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance sebesar 40,9% dari keseluruhan total pendapatan premi industri. Saluran keagenan juga mengalami penurunan sebesar 4,4% dan memiliki kontribusi terhadap total premi sebesar 40,2%," tutur dia.

Sementara itu, lanjut dia untuk premi bisnis baru yang berkontribusi terhadap total premi sebesar 60,9% mengalami pelambatan 19,2%. Sedangkan premi lanjutan yang memberikan kontribusi sebesar 39,1% masih tumbuh sebesar 3,7%.

"Hasil investasi menyokong pertumbuhan total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama 2019 sebesar Rp13,41 triliun. Perbaikan kinerja hasil investasi asuransi jiwa tersebut dipengaruhi oleh membaiknya kondisi pasar modal Indonesia yang ditandai dengan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG), sepanjang kuartal pertama 2019," ungkap dia.

Dia menambahkan, selain karena adanya penurunan pendapatan premi, total aset di kuartal pertama melambat 2,4% yang salah satunya dipengaruhi oleh pemenuhan kewajiban pembayaran klaim.

"Namun, kami mencatat selama kuartal I 2017 sampai dengan kuartal I 2019, total aset perusahaan asuransi jiwa masih mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,2%," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: