Tiket pesawat mahal, KAI siapkan tambahan perjalanan antisipasi limpahan penumpang

Kamis, 20 Juni 2019 | 14:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mahalnya harga tiket pesawat membuat sebagian penggunanya beralih ke moda trabnsportasi kereta api, khususnya ke sejumlah destinasi di Jawa.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi limpahan penumpang tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan tambahan perjalanan kereta api.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, KAI akan menambah perjalanan kereta api pada destinasi strategis, termasuk pada rute-rute tujuan pariwisata. Ini merupakan langkah KAI untuk mengantisipasi pengalihan penumpang dari pesawat terbang akibat kenaikan tarif tiket pesawat. 

"Yang sering mendapat penumpang cukup tinggi itu yang mengarah ke Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Itu paling banyak," katanya, Rabu (19/6/2019). 

Namun demikian, ia mengaku belum bisa memprediksi tambahan penumpang ke destinasi tertentu sebagai imbas lonjakan tiket pesawat terbang. Ia hanya memastikan, kondisi tersebut berpengaruh positif pada peningkatan penumpang kereta api. 

Hal tersebut tercermin pada peningkatan penumpang kereta api selama masa angkutan Lebaran 2019. Perseroan mencatat kenaikan penumpang kereta api sebesar 9,2 persen dari 6,23 orang di 2018 menjadi 6,81 juta penumpang pada periode Lebaran tahun ini. 

Pertumbuhan itu melebihi target perseroan sebesar 5,6 persen. Kenaikan ini juga melebihi peningkatan penumpang tahun sebelumnya sebesar 6,6 persen. 

"Kami tidak bisa hitung secara spesifik, tetapi menduga ada limpahan (penumpang) pesawat terbang," ujarnya. 

Saat ini, lanjutnya, KAI telah menambah perjalanan kereta api untuk rute Jakarta-Bandung. Semula, KAI hanya menyediakan 8-16 kali perjalanan, kini jumlahnya menjadi dua kali lipat, yakni 15-30 kali perjalanan. 

"Kami berpikir lintasan pesawat terbang kami bisa bantu dengan diangkut kereta api," tuturnya. 

Sebaliknya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pemudik yang menggunakan moda transportasi udara turun turun 27,37 persen atau 1.327.443 juta orang. Tahun lalu, pemudik yang menggunakan pesawat tercatat sebanyak 4.850.028 penumpang, sedangkan tahun ini sebanyak 3.522.585 orang. 

Kemenhub mencatat moda transportasi udara menjadi satu-satunya angkutan transportasi yang mengalami penurunan saat seluruh moda transportasi memperoleh kenaikan penumpang pada mudik Lebaran 2019. Imbas berkurangnya penumpang udara, maka pemudik pada angkutan Lebaran 2019 ikut turun sebesar 2,42 persen setara 455.294 penumpang dibandingkan tahun lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: