Korea Agro-Trade Center konsentrasi garap pasar Jatim

Kamis, 20 Juni 2019 | 21:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Makanan khas Korea mulai disukai oleh masyarakat Indonesia seiring dengan boomingnya musik Korea (K-Pop) dan drama Korea (Drakor). Melihat potensi tersebut, Korea Agro-Trade Center mulai konsentrasi garap pasar daerah, khususnya di kota besar seperti Surabaya, Makassar, Medan dan Balikpapan.

Assistant Chief Representative Korea Agro-Trade Center Jakarta Choi Donguen mengatakan bahwa potensi pasar makanan Korea di Jawa Timur, khususnya Surabaya cukup besar. Namun sampai saat ini belum tergarap maksimal sehingga kontribusinya lebih kecil dibanding wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bogor (Jabodetabek).

“Dibanding Jakarta, kota besar di daerah-daerah memang masih kurang. Sehingga  pada tahun ini kami fokus distribusi ke pasar daerah,” ujar Choi Donguen usai pembukaan pameran East Food Indonesia” di Surabaya, Kamis (20/6/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun belakangan masyarakat Indonesia memang mulai suka makanan Korea. Jika dahulu makanan korea hanya ditemukan di restoran atau tempat makan khas Korea dan hanya di Supermarket, maka saat sudah bisa ditemukan di sudut-sudut kota. 

Untuk itu, pada event East Food Indonesia di Surabaya, Agro-Trade Center Jakarta mengajak delapan perusahaan importir untuk mengenalkan kepada konsumen tentang berbagai produk Korea, seperti Mie, saus dan ice cream. 

“Kalau target transaksi selama pameran tidak ada. Kami hanya menargetkan jumlah pengunjung selama empat hari kedepan mencapai sekitar 10 ribu orang,” tegasnya.

Adapun produk Korea yang digemari oleh masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya adalah produk makanan instan seperti mie khas Korea dan snack atau makanan ringan.

“Kalau bahan makanan juga adat, tetapi tidak banyak. Untuk itulah kami terus melakukan sosialisasi agar makanan Korea bisa diterima dengan baik,’ pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: