Sawit Sumbermas targetkan kapasitas produksi capai 560 ton/jam

Rabu, 26 Juni 2019 | 07:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menargetkan kapasitas produksi tahun ini meningkat menjadi 560 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Peningkatan target produksi ini seiring adanya tambahan dua pabrik minyak sawit mentah (CPO) yang baru.

Chief Financial Officer (CFO) PT SSMS  Nicholas J. Whittle menuturkan perseroan perseroan mengantisipasi peningkatan produksi buah kelapa sawit yang siap panen dengan menambah dua unit pabrik baru. "Pada awal Mei 2019, SSMS memiliki kapasitas produksi 500 per ton TBS per jam," ujar Nicholas  dalam public expose di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Nicholas mengatakan  hasil CPO SSMS merupakan yang tertinggi di industri perkebunan kelapa sawit. Hal ini tercermin dari lompatan hasil CPO di 2018 menjadi 5,9 juta ton per hektare (ha) atau meningkat 12  % ( yoy ) dari posisi akhir 2017 yang hanya 5,4 juta ton/ha.

"Ditambah lagi dengan perkebunan kami yang efisien dan biaya tunai yang rendah. Kami tetap optimistis di 2019. Kami juga mengantisipasi peningkatan produksi buah dari kebun dengan menambah dua pabrik," papar Nicholas.

Nicholas menambahkan peningkatan produksi memungkinkan bagi perseroan untuk mengatasi beberapa dampak buruk dari tantangan industri, seperti pelemahan harga CPO, debat biodiesel di Uni Eropa dan tarif impor India yang tinggi.Menurutnya, pasar CPO dunia tahun 2o19 ini tidak akan jauh berbeda baik dari iklim bisnis perkebunan atau aspek harga secara global. 

Kendati terdapat pelbagi tantangan terutama isu biodisel di Uni Eropa, tarif impor India dan pertang dagang Amerika –China.

Menurutnya, dengan restrukturisasi perusahaan dari hulu ke hilir, sehingga dapat memproduksi CPO berkelanjutan yang dapat meningkatkan skala pendapatan. 

Pasalnya,  meski harga CPO tahun ini mengalami sedikit rebound namun tidak lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.Perseroan membagi dua segmen bisnis yakni pertama minyak sebagai komoditas dan  biodisel. Berkaitan biodisel, dari segi bisnis diyakini  akan meningkatkan volume produksi seiring kebijakan pemerintah mengenjot biodisel di dalam negeri.Meski dari  potensi pendapatan, diakui  lebih rendah dari ekspor komoditas CPO.

Menurutnya sekitar 51% ekspor CPO untuk memenuhi kebutuhan biodiesel Uni Eropa.Adapun 49 % lagi merupakan segmen konsumen seperti minyak konsumsi dan koesmtik.  Dengan restrukturisasi, SSMS berharap dapat  menembus pasar Uni Eropa.

Sebagai informasi saja, Rapat Umum Pemegang Saham  menyetuji rencana restrukturisasi pinjaman antar perusahaan yang melibatkan SSMS dan afiliasi perseroan diantaranya PT Citra Borneo Indah, PT Kalimantan Sawit Abadi, PT Mitra Mendawai Sejati, PT Tanjung Sawit Abadi dan  PT Menteng Kencana Mas. 

Restrukturisasi integrasi vertikal dengan anak perusahaan ini menjadi fokus strategi usaha perseroan di tahun 2019.kbc11

Bagikan artikel ini: