Pebisnis hotel minta pemerintah kendalikan harga sewa lahan di KEK Mandalika

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha perhotelan mendesak pemerintah agar bisa menekan harga sewa lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pasalnya, jika harga sewa tanah tak terlalu tinggi, maka investasi pembangunan hotel di Mandalika bisa terus mengalir.

Selama ini, kalangan pelaku usaha dan investor mengeluhkan biaya sewa lahan di sejumlah KEK yang kerap mengalami kenaikkan harga sewa yang besar saat perpanjangan. "Tidak boleh terlalu tinggi, karena kita kan tidak memiliki tanahnya, malah investasi disitu," ujar pemilik Sahid Group Hariyadi Sukamdani usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (25/6/2019).

Hariyadi mengatakan, ada tren buruk pengelolaan lahan wisata oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia mencontohkan salah satunya di Nusa Dua, Bali.

Setelah perpanjangan sewa, Hariyadi bilang terdapat kenaikkan yang tinggi. Hal itu dinilai memberi dampak jangka panjang yang membuat pelaku usaha kabur. "Harusnya kaya Vietnam, karena tanahnya dimiliki negara maka istilahnya kayak sewa, karena itu dibikin sewanya harus murah," terang Hariyadi.

Sebelumnya Jokowi bertemu dengan pelaku usaha perhotelan untuk berinvestasi di Mandalika. Pasalnya hingga saat ini Mandalika masih kekurangan hotel untuk menggenjot investasi.

Mandalika merupakan salah satu wilayah yang didorong untuk industri pariwisata. Mandalika termasuk dalam 10 Bali baru yang didorong pemerintah untuk menggaet wisatawan.

Rencananya tahun 2021 nanti Mandalika akan menyelenggarakan balap motor MotoGP. Selain itu penyelenggaraan juga akan dikembangkan termasuk pelaksanaan balap mobil Formula 1. kbc10

Bagikan artikel ini: