Tol Pandaan-Malang tersambung, cluster terbaru The Taman Dayu ini banjir peminat

Rabu, 26 Juni 2019 | 22:01 WIB ET

PASURUAN, kabarbisnis.com: Minat konsumen terhadap produk properti yang dikembangkan Grup Ciputra di Pandaan, Pasuruan yakni The Taman Dayu terus mengalir, apalagi pasca dioperasikannya jalan tol ruas Pandaan-Malang di tahun ini.

Pasalnya, dengan adanya akses infrastruktur jalan tersebut, antara Pandaan dengan Malang seakan tak terpisah jarak dan waktu. Ini cukup menjadi pemacu penjualan The Taman Dayu.

General Manager The Taman Dayu, Dodi Purwanto mengatakan, kondisi tersebut terlihat dengan tingginya peminat konsumen terhadap cluster terbaru yang dikembangkannya, yakni D'Cliff, yang sebagian besar dari Surabaya, Malang, dan masyarakat Pasuruan sendiri.

"Meski baru dikenalkan dan belum diluncurkan secara resmi, namun permintaan konsumen terhadap cluster D'Cliff sudah cukup bagus di tengah belum membaiknya pasar properti secara umum," katanya di sela pengenalan New Show Unit D'Cliff Mountain View Villa di The Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan, Rabu (26/6/2019).

Cluster D'Cliff sendiri dibangun di lahan seluas sekitar 3 hektare dan akan berjumlah sekitar 70 unit rumah villa serta 40 unit kavling siap bangun. Untuk rumah siap huni memiliki dua pilihan tipe, yakni Venasa dan Bibury dengan luas bangunan 70 dan 60 meter persegi.

Menempati lokasi yang cukup strategis, D’Cliff Mountain View Villa memiliki pemandangan ganda yang sangat luar biasa. Selain dapat menikmati keindahan puncak gunung Welirang, di lokasi D'Cliff juga dapat melihat keindahan kota Pasuruan di malam hari. 

"Untuk memberikan gambaran kepada konsumen, kami sudah membangun rumah contoh untuk cluster D'Cliff yang akan dilaunching awal Juli 2019 nanti," jelas Dodi yang menyebut cluster D'Cliff sudah terjual sekitar 10 unit.

Selain itu, saat ini juga tengah dibangun salah satu ikon cluster, yakni Wind mill Keukenhoff Hills yang terletak selangkah dari cluster D'Cliff yang menjadikan keuntungan lebih bagi pecinta lnstagram sebagai ajang selfie dan family potrait.

Pihaknya juga bakal membangun club house baru dengan tema baru di kawasan Bloomfield Resort. Menyusul keberhasilan D'Gunungan. Menghadirkan suasana kafe dan resto yang didesainn secara modern dan dilengkapi infinite pool serta open area yang membuat pengunjung bisa menikmati senja di kaki gunung Welirang dan hijaunya hutan pinus.

Sementara itu guna memberikan pilihan kepada konsumen, manajemen The Taman Dayu juga menawarkan kavling siap bangun di cluster D'Cliff. Harganya masih cukup terjangkau yakni mulai Rp 800 jutaan.

"Kavling ini banyak diminati karena lebih meringankan konsumen, karena mereka bisa membeli kavling yang lebih luas dengan KPT (kredit pemilikan tanah) hingga 7 tahun, dan biasanya dalam 2-3 tahun setelah pembelian mulai bisa membangun dengan dana sekitar Rp 400 jutaan-Rp 500 jutaan. Jadi lebih meringankan konsumen," ulas Dodi.

Marketing Manager The Taman Dayu, Irawati Erwanto menambahkan, guna memberikan kesempatan kepada konsumen untuk memiliki rumah villa dan berinvestasi menarik di The Taman Dayu, pihaknya saat ini menawarkan pembelian melalui KPR dengan bunga hanya 6.58% fixed selama 3 tahun dan free BPHTB hingga Juli 2019.

"Calon pembeli juga bisa menikmati kemudahan pembayaran DP KPR yang bisa dicicil hingga 12 bulan atau hanya mulai Rp 5 jutaan per bulan," ungkapnya.

Selain cluster DCliff, lanjut Irawati, pihaknya juga masih menyisakan cluster Bloomfield Resort yang saat ini akses jalannya sudah dibangun, sehingga lebih memudahkan calon konsumen untuk melihat lokasi secara langsung.

"Yang jelas selain harganya masih terjangkau dengan lokasi premium serta memiliki pemandangan alam yang menakjubkan, berinvestasi di The Taman Dayu dijamin sangat menguntungkan," tandasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Grup Ciputra, Andy Soegihardjo menuturkan, proyek The Taman Dayu memiliki keunggulan yang tak dimiliki properti lain sekelasnya. Apalagi, dengan harga di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliaran masih cukup menarik di pasar tersebut, namun dengan nilai investasi yang menguntungkan.

"Selain potensi kenaikan harganya yang terus meningkat, karena harga tanah di Taman Dayu saat ini masih di kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 jutaan per meter persegi, juga potensi sewa villa yang cukup tinggi permintaannya," ulasnya.

Dengan kenyataan itu, pihaknya optimistis penjualan di semester II tahun 2019 akan lebih bagus. "Pada semester satu ini The Taman Dayu sudah mampu mencapai 50 persen dari target tahun 2019. Jadi dengan proyek yang ada yakni dua cluster unggulan dan dibangunnya sejumlah fasilitas, sangat optimis penjualan semester dua ini akan lebih bagus," ujar Andy. kbc7

Bagikan artikel ini: