Bahas persoalan kelistrikan, PLN gelar Multi Stakeholder Forum 2019

Rabu, 26 Juni 2019 | 22:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai upaya meneguhkan kembali komitmen PLN dalam penyelenggaran pengelolaan kelistrikan di Jawa Timur dengan memegang teguh integritas dan berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), PLN Grup se - Jawa Timur gelar acara Multi Stakeholder Forum 2019 dengan tema “Powering The Nation with Integrity” di Hotel Sheraton, Rabu (26/06/2019). 

Forum tersebut diikuti oleh stakeholder PLN UID Jatim, PLN UIP JBTB I, PLN UIP JBTB II, PLN UIT JBTB, dan PT PJB. Selain itu juga dihadiri oleh Forkopimda Jawa Timur, Dinas terkait, Media, BUMN, Asosiasi, Sivitas Akademika, Yayasan, dan Tokoh Masyarakat. 

Peserta diajak berdiskusi mengenai isu-isu kelistrikan dan perindustrian di Jawa Timur bersama General Manager UID Jawa Timur, Bob Saril, Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Saiful Jasan, serta Perwakilan Dinas ESDM Jawa Timur, Didik Agus. 

Direktur Regional Bisnis Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Supangkat Iwan Santoso dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen PLN untuk terselenggaranya pengelolaan kelistrikan yang berintegritas jauh dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Dukungan dari seluruh stakeholder berperan penting demi terwujudnya hal tersebut. 

“Perkembangan kelistrikan kita di Indonesia, Jawa Timur khususnya berkecukupan tidak defisit maka dari itu, sehingga pertumbuhan demand dari sektor perindustrian dan bisnis dapat kami penuhi. Di sisi lain, kami juga berkomitmen untuk mewujudkan kelistrikan dengan berbasis pada energi bersih, dan untuk mewujudkan itu kami membutuhkan dukungan dari semua stakeholder,” paparnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Setiajid mengatakan, sektor tenaga listrik memiliki peranan penting dalam pembangunan. 

Menurutnya, ada beberapa fokus perhatian pemerintah, mulai dari peningkatan Rasio Elektrifikasi di Jawa Timur yang saat ini 98,3 persen ditarget tahun 2021 mencapai 99,9 persen, peningkatan infrastruktur jaringan kelistrikan di jalur selatan Jawa Timur, dan kepulauan di Madura, pertumbuhan 5 kawasan industri di Jawa Timur sehingga membutuhkan  ketersediaan listrik yang cukup. 

“Kami juga mengharap terobosan PLN untuk menaruh perhatian pada sektor transportasi menuju energi bersih, seperti dengan adanya stasiun pengisian listrik untuk angkutan umum dan bus di Jawa Timur,” tambahnya. 

Bob Saril menyampaikan beragam program pemasaran kemudahan pelayanan, ketersediaan dan kecukupan listrik hingga komitmen PLN untuk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur capai Rasio Elektrifikasi 99,9 persen serta menciptakan energi bersih melalui electrifying lifestyle. 

Mendukung pertumbuhan konsumsi listrik, Saiful Jasan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sudah diatas 5 persen yang berarti di atas pertambahan rata-rata nasional, kontribusi terbesar disumbang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan perindustrian.kbc6

Bagikan artikel ini: