Industri rokok tertekan, Gudang Garam sebar dividen Rp5 triliun

Kamis, 27 Juni 2019 | 07:23 WIB ET

KEDIRI, kabarbisnis.com: PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memutuskan untuk membagikan dividen yang nilainya masih tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 5 triliun atau setara Rp 2.600 per saham.

Direktur PT Gudang Garam, Heru Budiman mengatakan, pihaknya melihat ada beberapa hal yang membuat dividen dibagikan sama dengan tahun sebelumnya, meskipun harga sama saham tersebut masih termasuk cukup tinggi.

"Rp2.600 itu termasuk yang tinggi, Juga tidak berubah karena kondisi dari segi keuntungan segala macam tidak alami peningkatan yang besar," ujar Heru usai acara rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Hotel Grand Surya Kediri, Rabu (26/6/2019).

Heru menambahkan, kinerja perusahaan PT Gudang Garam dalam kondisi optimal meski tak menunjukkan kenaikan dividen. Nilai Rp 2.600 per lembar saham tergolong tinggi lantaran jumlah keuntungan Gudang Garam juga tak mengalami kenaikan besar.

Selain isu kesehatan yang menguat di berbagai daerah, yang salah satunya adalah penerapan kawasan tanpa rokok, turunnya daya beli masyarakat menjadi pemicu lemahnya progresivitas laba perusahaan.

Bahkan keputusan pemerintah tidak menaikkan nilai cukai rokok pada 2019 tidak serta merta menaikkan daya beli masyarakat. Heru Budiman menyebut dalam 2-3 tahun belakangan segmen industri rokok sigaret kretek tangan Gudang Garam juga tak menunjukkan pertumbuhan.

“Tidak naik cukai tak mendorong naik harga, bukan juga untung (perusahaan) naik. Hanya menekan beban biaya kami, bukan daya beli masyarakat,” kata Heru.

Hal ini secara langsung memicu penurunan jumlah karyawan di divisi sigaret kretek tangan, meski sebagian karena penerapan kebijakan pensiun dan pemutusan kontrak kerja. Pemutusan kontrak kerja terjadi pada bagian administrasi akibat diterapkannya mekanisasi di perusahaan tersebut.

“Penyuka rokok kretek SKT berkurang. Enggak bisa kami perbanyak. Customer is the king, kami produksi yang mereka inginkan,” kata Heru.

Meski mengalami tekanan cukup besar, Heru mengklaim jumlah atau volume rokok naik dari 78,6 miliar batang pada 2017 menjadi 85,2 miliar pada 2018. Sementara jumlah karyawan menurun dari 35.272 orang menjadi 33.575 orang pada 2018. kbc10

Bagikan artikel ini: