Kian melek teknologi, pelaku IKM mulai antusias pasarkan produk via online

Jum'at, 28 Juni 2019 | 08:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri dinilai mulai banyak yang merambah pasar online untuk mempromosikan produknya. Hal ini mengacu pada data pertumbuhan program e-Smart IKM Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA yang diluncurkan tahun 2017.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Eddy Siswanto mengatakan, pertumbuhan IKM saat ini hampir menyentuh target 10 ribu pelaku.

“Hingga saat ini animo peserta cukup tinggi. Jumlah peserta yang mengikuti workshop e-Smart IKM telah mendekati 9.000 pelaku usaha,” ungkapnya, Kamis (27/6/2019).

Program ini merupakan kolaborasi melibatkan sejumlah pelaku e-commerce di Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali dan Gojek Indonesia. 

“Kegiatan yang dijalankan di program tersebut adalah workshop e-Smart IKM, pembinaan sebagai tindak lanjut workshop, bimbingan teknis kepada IKM champion, serta pendampingan tenaga ahli digital marketer untuk membantu pemasaran,” sebutnya.

Smart IKM selama periode tahun 2017-2019 terdiri atas sektor industri makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, kosmetik, serta industri kreatif.

Total nilai transaksi e-commerce dari seluruh IKM tersebut ercatat mencapai Rp 2,3 miliar. Sebanyak 31,87 persen di antaranya atau sekitar Rp 755 juta berasal dari sektor industri makanan dan minuman.

Eddy menambahkan, agar dapat bersaing di platform digital, IKM nasional perlu menjaga kualitas dan standar produk (quality control) secara terus-menerus serta meningkatkan kemampuan untuk memproduksi massal sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. kbc10

Bagikan artikel ini: