Perhiasan Jatim kinclong, ekspor melonjak 37,87 persen

Jum'at, 28 Juni 2019 | 19:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor perhiasan dan permata provinsi Jawa Timur kian moncer. Bahkan komoditas ini pada bulan Mei 2019 masih tetap menjadi  komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar US$ 187,72 juta. 

Nilai tersebut naik sebesar 37,87 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai US$ 136,16 juta. Sebelumnya, pada bulan April 2019, Ekspor komoditas perhiasan dan permata  sempat mengalami penurunan hingga 56,82 persen dibandingkan dengan Maret 2019. Namun kinerjanya kembali terkerek karena besarnya permintaan dari negara Jepang.

"Perhiasan dan permata berkontribusi sebesar 10,90 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan Mei. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Jepang dengan nilai US$ 64,03 juta," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Teguh Pramono di Surabaya, Jumat (28/6/2019).

Komoditas utama kedua yang banyak diekspor Jawa Timur adalah golongan kayu dan barang

dari kayu. Komoditas ini berhasil menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 124,92 juta, atau naik sebesar 21,64 persen dibanding bulan sebelumnya. 

"Golongan barang ini menyumbang 7,26 persen dari total ekspor non migas di bulan Mei 2019 yang mencapai US$1,72 miliar . Komoditas ini banyak dikirim ke Jepang dengan nilai US$ 26,77 juta," tambahnya. 

Adapun golongan barang yang menduduki peringkat ketiga adalah golongan tembaga dengan nilai ekspor sebesar US$ 123,56 juta atau naik sebesar 24,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 7,18 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Malaysia sebesar US$ 44,27 juta. 

Sementara penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan komoditas berbagai produk kimia dari US$ 78,53 juta menjadi US$ 61,69 juta atau turun US$ 16,84 juta.kbc6

Bagikan artikel ini: