Incar penjualan tumbuh 20%, Siantar Top perluas pasar ekspor

Jum'at, 28 Juni 2019 | 20:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten produsen makanan ringan PT Siantar Top Industri Tbk menargetkan kinerja penjualan bersih tahun ini bertumbuh 20 persen dari pencapaian tahun 2018 lalu. Salah satu upayanya adalah dengan gencar memperluas pasar ekspor serta memperkuat penetrasi pasar lokal.

Direktur PT Siantar Top Industri Tbk Armin mengatakan, tahun ini perseroan akan memperluas pasar di kawasan Timur Tengah dan Asia, termasuk juga Afrika. Sejumlah negara di Asia yang selama ini menjadi pasar potensial perseroan adalah Korea Selatan, China, Taiwan, Thailand, Vietnam Filipina dan beberapa negara lain. Sedang Timur Tengah sebagian besar ke pasar Yordania dan Saudi Arabia.

"Kontribusi penjualan ekspor perseroan saat ini sekitar 10 persen. Namun kecenderungannya terus meningkat. Tahun 2018 lalu penjualan ekspor kita naik 20 persen. Dan tahun ini kami juga berharap pertumbuhannya tetap di angka 15-20 persen, meski persaingannya ketat," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Jumat (28/6/2019).

Dipaparkan Armin, adanya taste specialist di setiap produk yang dipasarkan ke luar negeri menjadikan produknya diterima masyarakat di negara tujuan ekspor. Untuk menembus negara tujuan ekspor, Siantar Top lebih banyak memanfaatkan jaringan pasar yang dibangun sendiri dan sebagian kecil memanfatkan kerja sama dengan pihak lain.

Selain perluasan pasar ekspor, dia bilang, perseroan juga akan melakukan konsolidasi penetrasi pasar di dalam negeri, agar pendistribusian lebih merata. Mengingat potensi pasar makanan ringan di Tanah Air cukup potensial.

"Kami akan memperbanyak jaringan distribusi. Harapannya, semua daerah di Indonesia ada produk kami, selain tentu terus memperkuat brand image," jelas Armin.

Dua langkah tersebut menjadi strategi perseroan guna mewujudkan target pertumbuhan kinerja 20 persen di tahun ini. Menurut Direktur Utama/Independen Siantar Top, Agus Suhartanto, kinerja perseroan di awal tahun ini cukup positif. Hal ini terbukti dengan sudah dicapainya penjualan sepanjang kuartal I tahun 2019 sebesar 19 persen dari target yang dipatok hingga akhir tahun ini.

"Pasar makanan ringan trennya tumbuh signifikan. Mudah-mudahan kondisi dalam negeri kondusif pasca Pemilu ini," tandasnya.

Sementara itu berdasar laporan keuangan perseroan, pada tahun 2018 lalu Siantar Top berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 18,08% secara tahunan menjadi Rp255 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp216 miliar. 

Pertumbuhan laba bersih tersebut tidak sejalan dengan pencapaian penjualan perseroan yang justru sama dengan tahun sebelumnya. Dimana perseroan membukukan penjualan sebesar Rp2,83 triliun pada 2018, sama dengan tahun sebelumnya. 

Ditambahkannya, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp442,8 miliar. Dimana sebagian besar penggunaan belanja modal untuk membayar obligasi jatuh tempo sebesar Rp300 miliar. Di samping itu, belanja modal diperuntukkan entitas anak perusahaan sebesar Rp62,8 miliar untuk pengembangan theme park atau taman hiburan di Sidoarjo dan sebesar Rp40 miliar untuk perluasan usaha khususnya produk crackers.

"Sumber dana diambil dari laba perseroan tahun lalu sebesar Rp 290 miliar dan sisanya dari pinjaman bank," jelasnya.

Sekadar diketahui, PT Siantar Top Tbk merupakan produsen makanan ringan seperti biskuit, crackers, dan beragam mie siap makan. Perseroan memiliki pabrik di Tambak Sawah (Sidoarjo), Medan (Sumatra Utara) dan Bekasi (Jawa Barat). Sementara cabang penjualan mereka terbagi dalam empat area, yaitu Sidoarjo, Bekasi, Medan dan Makassar. kbc7

Bagikan artikel ini: