Kurangi penumpukan stok beras, BULOG kejar penambahan RPK

Sabtu, 29 Juni 2019 | 06:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Selain mematok target mengisi pangsa pasar 70% dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Perum BULOG juga akan memperbesar penjualan beras melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Ini dilakukan sebagai solusi untuk mengurangi penumpukan stok beras tahun lalu di gudang BULOG yang mencapai 2,2  juta ton.

Sekretaris Perusahaan BULOG Awaludin Iqbal kepada wartawan di Jakarta, kemarin mengatakan, hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan dapat mendirikan 80.000  outlet RPK. Saat ini, BULOG telah memiliki sekitar 60.000 unit RPK yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi RPK menjadi salah satu sarana  distribusi pangan BULOG untuk kegiatan stabilisasi harga dan program pemerintah. Dalam pengoperasiannya, BULOG bekerjasama dengan masyarakat sebagai mitra penjual.  

Adanya sarana ini diharapkan akan memudahkan masyarakat di pedesaan dan perkotaan memperoleh harga beras yang murah. RPK juga dijadikan BULOG meredam harga beras menggantikan  peran operasi pasar (OP). "Salah satu usaha kami adalah dengan memperbanyak outlet. Kemudian kami masuk di beberapa daerah yang sudah melayani BPNT sebagian," ujar Awaludin

Hasil rapat koordinasi terbatas awal pekan memutuskan Perum BULOG diberikan target menyalurkan beras sebanyak 1,48 juta ton beras hingga akhir tahun. Untuk merealisasikan itu, sejak satu tahun terakhir, BULOG menyalurkannya melalui program ketersediaan dan stabilitas harga (KPSH). Bukan hanya beras, namun komoditas lain seperti gula dan minyak goreng juga disertakan.kbc11

Bagikan artikel ini: