Jadi negara muslim terbesar, industri halal RI tertinggal dari Malaysia

Selasa, 2 Juli 2019 | 07:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, namun ternyata Indonesia belum berperan banyak dalam industri halal.

"Sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia Indonesia belum dapat berperan berperan banyak di bidang ekonomi dan keuangan syariah," kata Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat menjalani fit and proper test, di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Dia mengungkapkan, di sektor keuangan, pangsa pasar industri syariah masih masih sangat rendah. "Di Bulan April 2019 hanya mencatat 5,9 persen untuk industri perbankan dan 4,2 persen untuk industri keuangan non bank dan 16 persen di pasar modal atau secara total hanya mencapai 8,7 persen dari total industri keuangan di Indonesia," ujar dia.

Sementara dalam konteks global, lanjut Destry, data yang dilaporkan dalam 'State of The Global Islamic Economic report 2018/2019' menunjukkan dalam kaitan dengan industri halal global, Indonesia berada posisi ke-10 sebagai produsen produk halal dunia.

"Jauh di bawah Malaysia di posisi yang duduk di posisi satu," kata dia

Indonesia pun cenderung dijadikan hanya sebagai pasar untuk produk halal global. Hal itu tercermin dari posisi Indonesia di peringkat kelima sebagai negara pengimpor produk halal.

"Akibatnya memberikan tekanan pada defisit transaksi berjalan," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: