Aturan ojol bakal diberlakukan di 20 kota

Selasa, 2 Juli 2019 | 08:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bakal memberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yakni ojek online (ojol) di 20 kota.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, rencana penerapan tersebut berdasarkan usulan kedua aplikator yakni Go-Jek dan Grab.

Kalau usulan Grab kan per provinsi, katakanlah Jawa Tengah, berarti kota-kota di dalamnya masuk. Tapi, kalau Go-Jek, usulannya per kota, katanya seperti dikutip dari Antara.

Karena itu, Budi mengatakan pihaknya memetakan dari 222 kota yang sudah terdapat ojek daring beroperasi, menjadi 20 kota dari sebelumnya lima kota.

Kemarin kan lima kota besar, akan saya perluas lagi menjadi 20 kota besar sampai mungkin kapan kita akan berlakukan semuanya, jadi bertahap, katanya.

Adapun, kota-kota tersebut yang termasuk dalam tiga zonasi di mana diatur perbedaan tarif baik itu tarif jarak pendek minimum dan batas atas serta batas bawah.

Zona 1 yakni Jawa, Sumatera dan Bali, Zona 2 Jabodetabek Rp8.000 - Rp10.000 dan Zona 3 Kalimantan, Sulawesi dan lainnya.

Dia mengatakan, rencana tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. "Saya sudah bilang Pak Yani (Direktur Angkutan Jalan) untuk dibuatkan surat kepada Pak Menteri. Saya sudah laporkan Pak Menteri kemarin, Pak Menteri juga setuju, tapi memang dipilih kota-kotanya," katanya, kemarin.

Budi mengatakan pihaknya akan mengevaluasi serta memperluas penerapan PM 12/2019 ke depannya. "Saya akan perhitungan karena kan saya juga perlu mengawasi. Setelah kita berlakukan berapa lama bisa jalan. Setelah evaluasi bagus baru kita perluas lagi," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: