Berpotensi turun mutu, BULOG siap lepas CBP 1,05 juta ton ke komersial

Selasa, 2 Juli 2019 | 16:52 WIB ET
Dirut Perum BULOG Budi Waseso
Dirut Perum BULOG Budi Waseso

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum BULOG berencana mengusulkan pelepasan cadangan beras pemerintah (CBP)  sebesar 1,05 juta ton ke jalur komersial. Pasalnya beras CBP sebesar tersebut berpotensi mengalami penurunan mutu dan kualitas.

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso mengatakan, persetujuan pemerintah ini dibutuhkan. Pasalnya, pengeluarannya hanya diperuntukkan untuk kepentingan bencana alam, bantuan beras rakyat sejahtera(rasta), kebutuhan operasi pasar dan sebagai buffer stok beras pemerintah. Sehingga manajemen tidak dapat begitu saja mengeluarkan CBP yang disimpan di gudang BULOG.

“Usul kita  bisa lepas cadangan beras pemerintah. Kalau tidak, kita tidak bisa lepas (beras sebanyak 1 juta ton) karena harus mendapat persetujuan pemerintah,” ujar Buwas begitu biasa disapa kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Buwas mengakui sebanyak 50.000 ton dari 1 juta ton beras CBP lebih dulu yang akan diprioritaskan manajemen untuk dilepas. Pasalnya,beras eks impor tersebut merupakan gelombang pertama yang masuk ke gudang BULOG di awal tahun  2018  Apabila terus didiamkan di gudang akan berpotensi mengalami penurunan mutu dan kualitas.

Sebagai informasi, pelepasan stok CBP akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Dalam regulasi tersebut,disebutkan pelepasan CBP dilakukan apabila CBP telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.

Namun, Buwas mengklaim kualitas CBP sebanyak 1 juta ton tersebut masih mampu bertahan lama. Menurutnya CBP eks impor ini belum ada perubahan signifikan. Pasalnya beras tersebut memiliki standar kualitas sebagai beras simpanan.

Karenanya, dia melihat penyaluran CBP secara komersial dimungkinkan termasuk diantaranya opsi diekspor. “Negara-negara tetangga kita seperti Timor Leste dan Papua Nugini pasti butuh dan berminat beras kita,” kata Buwas.

Apabila usulan CBP sebanyak 1,05 juta ton untuk didistribusikan secara komersial dapat diterima maka BULOG dapat mengoptimalisasi serapan beras petani yang ditargetkan sebesar 1,8 juta ton sampai akhir tahun 2019. Menurut mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini serapan beras masih terus diupayakan pada Musim Kering (MK) mulai Agustus .Data BULOG menyebutkan realisasi pengadaan beras sudah mencapai 757.308 ton. kbc11

Bagikan artikel ini: