Buwas siap lengser jika Kemensos mampu salurkan BPNT tanpa BULOG

Selasa, 2 Juli 2019 | 19:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dirut Perum BULOG Budi Waseso (Buwas) menyatakan dirinya siap mundur dari jabatannya, apabila Kementerian Sosial (Kemensos) mampu menjalankan program Bantuan Program Pangan Non Tunai (BPNT) tanpa bantuan perseroan.

"Kalau dia bisa ambil alih BPNT 100%, saya mundur dari jabatan Dirut Bulog. Kalau sudah bisa menyalurkan bantuan sendiri, artinya mereka sudah hebat. Saya tidak perlu lagi ada di Bulog," tegas Buwas di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Buwas menilai adalah keputusan keliru apabila penyaluran BPNT sebagian besar porsinya justru diserahkan ke pasar. Hasil pembahasan rapat koordinasi lintas kementerian terakhir, diperoleh informasi program bansos tersebut sebesar 70% dibuka luas kepada pemasok yang sanggup mendistribusikan.

Adapun, 30 % yang merupakan perluasan wilayah bansos , sekitar 70% pasar barulah diberikan kepada BULOG. “Jadi khusus wilayah daerah daerah remote ( pegunungan dan pulau terluar red), hanya BULOG yang mengisi,” ujar Buwas 

Mantan Kabareskrim Polri ini menambahkan penugasan kepada BULOG untuk menyalurkan di daerah yang memilki tipografi sulit dijangkau itu membutuhkan biaya besar. Sementara dengan harga beras yang akan didistribusikan tidaklah sebanding.

"Kami diminta salurkan di daerah perluasan. Itu sih gila saja. Daerahnya yang di ujung-ujung Papua. Itu yang ditugaskan kepada Bulog. Daerah yang mudah, mereka ambil. Yang sulit dilempar ke Bulog. kalau mereka mampu ya ambil saja 100%," kata dia.

Padahal ketika menyalurkan Raskin kemudian berubah menjadi Rasta aku Buwas, BULOG menerapkan subsidi silang biaya logistik. Hal itu dilakukan untuk memastikan bantuan pangan beras tersebut sampai ke titik distribusi penerima manfaat. Dalam modalitas arus pendistribusian beras ini, menurut Buwas tidak menggeruk keuntungan mengingat institusinya merupakan insittusi negara.

Sebagai informasi ,Bulog sudah menyiapkan stok sebanyak 700 ribu ton beras untuk layanan BPNT periode Juni-Desember 2019. BPNT merupakan bentuk bantuan sosial menggunakan sistem kartu khusus yang bisa didapatkan oleh KPM sebanyak Rp 110.000 untuk digunakan membeli beras dan telur.

Program tersebut, merupakan bantuan pengalihan dari Bansos Rastra yang disuplai secara langsung Bulog sejak 2015.Pada tahun sebelumnya, BULOG menyalurkan raskin mencapai 3,43 juta ton untuk 15,5 juta kepala keluarga (KK). Kbc11

Bagikan artikel ini: