Stok pupuk dipastikan aman dalam tiga bulan ke depan

Rabu, 3 Juli 2019 | 18:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama seluruh anak usahanya memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di 34 provinsi cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, per 1 Juli 2019, stok pupuk bersubsidi di lini III (gudang kabupaten/kota) dan lini IV (kios) mencapai 1.302.493 ton. Jumlah ini terdiri dari 496.466 ton urea, 386.720 ton NPK, 142.987 ton SP-36, 132.853 ton ZA, dan 143.467 ton organik.

Dia melanjutkan perseroan berkomitmen menjalankan tugas yang diberikan pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Pupuk bersubsidi yang kami salurkan jumlahnya sudah ditentukan oleh Kementan, begitu pula dengan alokasi per daerah dan per jenis pupuknya," jelas Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Selain itu, sepanjang semester I 2019 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 4.585.033 ton, melampaui target alokasi sebesar 4.534.164. Wijaya pun mengapresiasi peran para distributor dan kios resmi selaku garda terdepan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

"Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK)," jelas dia.

Dalam menjalankan penugasan tersebut, Pupuk Indonesia Group menerapkan prinsip enam tepat, yakni tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat jumlah.Tak hanya itu, lanjut Wijaya, dalam memastikan kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia Group pun menunjang fasilitas distribusi dengan 19 kapal laut, empat pelabuhan, dan 6.288 unit truk angkut.

"Hal itu sebagai upaya kami menjamin petani dapat dengan mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi. Kami pun senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan terutama bagi para petani," pungkas Wijaya. kbc11

Bagikan artikel ini: