Perbankan penyedia KUR ikut di ajang Indo Livestock

Kamis, 4 Juli 2019 | 09:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pameran Indo Livestock 2019 Expo dan Forum yang digelar di Convex Grand City Surabaya berlangsung 3-5 Juli 2019. Dalam pameran yang digelar oleh PT Napindo Media Ashatama, ini pavilion Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan menjadi salah satu andalan yang bisa menarik pengunjung.  Project Director PT Napindo Media Agung Wicaksono, mengatakan dalam paviliun KUR ini ada perbankan yang memiliki program KUR, membuka stan untuk konsultasi sekaligus akses KUR bagi para peternak.

“Diantaranya dari BRI, BTN, dan ada lembaga penjamin, yaitu Jamkrindo dan Jasindo," jelas Agung, Rabu (3/7/2019). 

Pameran ini memang membidik pelaku usaha di sektor peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, pengolahan susu dan alat-alat kedokteran hewan serta perikanan.

Saat ini industri peternakan dan perikanan sedang menjadi perhatian yang cukup tinggi. Apalagi indutri olahan dan konsumsi produk dari peternakan dan perikanan tiap tahun selalu tumbuh. Begitu juga pelaku usahanya baik di segmen industri kecil maupun industri besar atau pabrikan dengan pasar ekspor. 

Agung mengaku, pihaknya cukup optimis  melihat potensi Industri peternakan dan perikanan di Jatim yang cukup berkembang. Termasuk di wilayah Indonesia Timur. "Surabaya sebagai gerbang masuk Indonesia Timur, menjadi pilihan kami untuk menjadi tempat pameran dengan membidik pengunjung dari Indonesia Timur, yang juga pengusaha di sektor ini. Jumlah mereka di wilayah timur ini juga tidak kalah banyak," lanjut Agung. 

Dari sisi peserta, tercatat ada 250 stan yang disiapkan. Dari jumlah itu ada perwakilan peserta dari 25 negara. Khusus untuk enam negara membentuk pavilion atau stan besar tersendiri, yaitu dari China, Korea Selatan, Taiwan, Eropa dan Amerika.  Dengan mengusung tema Inovasi Teknologi Peternakan Menuju Revolusi Industri 4.0, juga menampilkan pavilion khusus yang bisa dimanfaatkan pengunjung. 

Selain Pavilion KUR, pavilion ekspor peternakan, yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah informasi dan promosi produk-produk peternakan yang sudah diekspor. 

Kemudian pavilion UMKM yang menampung para pelaku usaha sektor peternakan yang sudah memiliki pasar potensial baik ekspor maupun lokal.  "Kami juga gelar sosialiasi pentingnya protein hewani SDTI (Susu, Daging, Telur dan Ikan), dan 14 seminar peternakan. Serta adanya 43 slot technical product presentation yang berlangsung selama 3 hari pameran dan dapat diikuti secara gratis selama tiga hari," tandas Agung. kbc5

Bagikan artikel ini: