Visa Worldwide tantang startup inovatif Indonesia di kompetisi berhadiah Rp350 juta

Kamis, 4 Juli 2019 | 11:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Visa, mengumumkan peluncuran Visa Everywhere Initiative di Indonesia, sebuah kompetisi yang mengajak start-up inovatif untuk memberikan solusi atas tantangan perdagangan di masa depan.

Visa Everywhere Initiative merupakan program inovasi global yang merangkul start-up untuk mengatasi tantangan perdagangan, mengembangkan produk, dan menawarkan solusi yang mungkin dalam mendukung jaringan mitra Visa yang luas.

Hingga saat ini, program telah dilaksanakan di kawasan Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika, menjangkau lebih dari 75 negara.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia,  Riko Abdurrahman mengatakan, Indonesia dinilai sebagai pusat lahirnya start-up inovatif.

Didukung oleh perekonomian yang terus bertumbuh dan populasi melek teknologi yang terbilang besar, Indonesia memiliki kondisi yang ideal dalam mendukung munculnya start-up. Tak heran Indonesia melahirkan start-up unicorn paling banyak di kawasan Asia Tenggara.

"Kami meyakini saat ini adalah waktu yang tepat untuk meluncurkan Visa Everywhere Initiative di Indonesia, mengajak start-up untuk mengembangkan solusi yang inovatif dalam mengatasi tantangan-tantangan mendesak yang dihadapi industri perdagangan di Indonesia,” katanya, Rabu (3/7/2019).

Kompetisi dibuka 3 Juli 2019. Saat mendaftar, start-up harus mengajukan solusi untuk salah satu dari tiga tantangan berikut:

Peserta yang lolos babak final akan mempresentasikan ide di hadapan panel juri di Bali pada 12 September 2019. Finalis akan memperebutkan hadiah utama Rp 350 juta dan hadiah untuk pemenang favorit sebesar Rp 75 juta.

Visa Everywhere Initiative pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 untuk mengasah kreativitas dan talenta komunitas start-up di seluruh dunia.

Sejak diluncurkan, program tersebut telah mengundang partisipasi lebih dari 4.000 start-up di seluruh dunia, dengan total pendanaan kolektif mencapai lebih dari US$2,5 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: