Boeing rayu korban 737 Max dengan kompensasi US$100 juta

Kamis, 4 Juli 2019 | 22:55 WIB ET

BANDUNG, kabarbisnis.com: Boeing Co.menawarkan kompensasi sebesar US$100 juta kepada keluarga korban yang terkena dampak dua kecelakaan pesawat jet 737 Max produksinya, yakni yang menimpa maskapai Lion Air dan Ethiopian, yang menewaskan 346 orang.

"Uang itu akan digunakan untuk pendidikan dan biaya hidup untuk keluarga yang terkena dampak, program komunitas dan pengembangan ekonomi di komunitas yang terkena dampak," kata Boeing dalam sebuah pernyataan, Rabu (6/7/2019).

Adapun, perusahaan berjanji dana tersebut akan digulirkan bertahap selama beberapa tahun. Janji kompensasi ini mengambarkan pertaruhan besar bagi Boeing di tengah upaya perusahaan mengatasi salah satu krisis terburuk dalam 103 tahun operasional perusahaan.

Pembuat pesawat yang berbasis di Chicago ini mendapat sorotan dari para penumpang, investor, pelanggan dan regulator setelah sepasang tabrakan fatal sehingga akhirnya Boeing harus menarik pesawat jenis 737 Max.

Berdasarkan berita Bloomberg, Boeing diperkirakan harus menghabiskan sekitar US$1 miliar untuk menyelesaikan gugatan dari keluarga korban. Sejumlah ahli hukum menilai pembayaran bisa lebih tinggi jika bukti menunjukkan bahwa Boeing tahu tentang kekurangan dari kondisi pesawat sebelum tragedi.

Robert Clifford, pengacara berbasis di Chicago yang telah mengajukan gugatan atas nama 23 korban dalam kecelakaan kedua di Ethiopia, mengungkapkan bahwa tawaran baru oleh Boeing 'tidak biasa'.

Dia mencatat bahwa janji bantuan setelah kecelakaan sering kali datang dengan ketentuan atau batasan. "Yang benar-benar dapat Anda katakan tentang hal itu adalah, tawaran ini sangat rinci," kata Clifford.

Saham Boeing ditutup sedikit berubah pada level US$354,47 per saham pada Rabu (06/07/2019) di New York. Saham Boeing sendiri telah turun 16% sejak 10 Maret 2019, ketika sebuah kecelakaan Ethiopian Airlines yang menandai kecelakaan Max kedua dalam lima bulan.

Boeing berencana untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah dan organisasi nirlaba untuk menyebarkan dana ini. Total rata-rata kompensasi sekitar US$289.000 per korban kecelakaan Max.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah yang diterima keluarga korban bisa jauh lebih sedikit setelah pembayaran dilakukan kepada semua pemangku kepentingan. "Perusahaan tidak menempatkan pembatasan terkait dengan litigasi tentang bagaimana uang kompensasi ini digunakan," kata juru bicara Boeing Charles Bickers.

Bickers mengungkapkan hal ini benar-benar independen dari tuntutan hukum oleh keluarga dan langkah konstruktif yang bisa Boeing ambil saat ini.

Sanjiv Singh, anggota dewan dan anggota tim hukum Kabateck LLP yang mewakili keluarga dari kedua kecelakaan itu, mempertanyakan pengumuman Boeing ini. Menurutnya, besaran dana yang dijanjikan tidak memadai.

"Ini adalah bantuan serupa plester luka untuk anak kecil yang mengalami luka dalam. Saya sangat curiga terhadap manuver ini," kata Singh. kbc10

Bagikan artikel ini: