Dua perusahaan di RI ini jadi percontohan Industri 4.0 dunia

Jum'at, 5 Juli 2019 | 11:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen elektronik PT. Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) tidak hanya menjadi lighthouse atau percontohan industri 4.0 di dalam negeri, tetapi juga tingkat dunia. Ini berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) pada Annual Meeting of the New Champions di Dalian, China, 3 Juli 2019. 

WEF mengumumkan 10 pabrik baru dalam jajaran Global Lighthouse Network. Selain PT SEMB, perusahaan Indonesia yang juga masuk 10 lighthouse, yaitu perusahaan kontraktor tambang PT Petrosea Tbk yang berlokasi di Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Sementara itu, kedelapan perusahaan dari negara lain yang menjadi lighthouse, yaitu Arçelik (Ulmi, Romania), Ford Otosan (Kocaeli, Turki), Nokia (Oulu, Finlandia), dan Posco (Pohang, Korea Selatan). Selanjutnya, Groupe Renault (Cléon, Prancis), SAIC Maxus (Nanjing, China), Tata Steel (Kalinganagar, India), dan Zymergen (Emeryville, USA). 

Mereka menjadi percontohan bagi perusahaan lainnya untuk mengatasi tantangan dalam memperbarui sistem dan mengaplikasikan teknologi mutakhir, seperti Artificial Intelligence, big data analytics, dan 3D printing. 

Menurut WEF, 10 lighthouse yang dipilih tersebut berdasarkan kepemimpinannya menerapkan teknologi industri 4.0 untuk mendorong dampak positif terhadap finansial dan operasionalnya. Selain itu, mereka sukses mengintegrasikan teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi. Kesepuluh perusahaan tersebut bergabung dengan 16 perusahaan lainnya yang sebelumnya sudah masuk sebagai lighthouse.

Sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menunjuk PT SEMB sebagai percontohan untuk sektor manufaktur di Indonesia yang sudah menerapkan industri 4.0. Perusahaan elektronik ini dinilai berhasil melakukan transformasi digital sehingga mampu mengadopsi digital attitude serta menerapakan model operasional yang baru dan efisien di perusahaan.

“Adanya lighthouse industry dapat menjadi pembelajaran bagi industri lain dalam bertransformasi menuju industri 4.0. Ke depan, diharapkan semakin banyak lighthouse industry yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Pada gelaran Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, yang diselenggarakan oleh Kemenperin beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meresmikan pembukaan IIS 2019 tersebut, juga turut menyerahkan penghargaan kepada PT. SEMB sebagai Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly. Pada kesempatan itu, Wapres JK didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Airlangga.

“Penilaian kami kepada Schneider Batam berdasarkan program yang mereka jalankan, yaitu Batam Digital Transformation Journey yang dimulai tahun 2017. Program ini meliputi 4 pilar, yaitu cyber security, people and leadership, product life cycle and data management, serta data analytics,” tutur Menperin.

Menurut Kemenperin, kunci keberhasilan PT. SEMB dalam melakukan transformasi digital dilakukan melalui beberapa tahap, antara lain pendefinisian komitmen dari manajemen puncak ke level paling bawah dan perumusan target perusahaan secara jelas.

Selanjutnya, pengembangan kompetensi digital serta mengubah mindset, budaya kerja dan organisasi menuju digital attitude. Selain itu, scalling up melalui pengembangan kemampuan dan adopsi model operasional yang baru dan efisien untuk diterapkan di perusahaan.

Key Account & Ecostruxure Prescription Leader PT SEMB Fadli Hamsanimenyampaikan, Smart Factory Schneider Electric di Batam adalah bagian dari transformasi digital Schneider Electric secara Global. Semua solusi tersebut terhubung kepada platform EcoStruxure™, yaitu platformIoT (Internet of Things) milik Schneider Electric yang terbuka, mudah dioperasikan, dan kompatibel. EcoStruxure™ memberikan nilai lebih dalam hal keamanan, keandalan, efisiensi, daya tahan dan konektivitas. kbc10

Bagikan artikel ini: