Tuban jadi pilot project pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi petani

Jum'at, 5 Juli 2019 | 20:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna mendorong ketersediaan benih jagung Kementerian Pertanian (Kementan) membangun pilot project pengembangan kawasan jagung hibrida (penangkaran benih) berbasis korporasi petani. Lokasi yang ditunjuk diantaranya Kabupaten Tuban.

Pilot project ini merupakan tindak lanjut dari Permentan No. 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani. Peraturan Menteri Pertanian ini mengamanatkan agar percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan.

Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan Takdir Mulyadi berharap kegiatan percontohan bisa merangsang kelembagaan ekonomi petani agar mengelola usaha penangkaran benih jagung hibrida secara mandiri. Kegiatan percontohan ini juga dimaksudkan untuk membantu penyediaan benih jagung bersertifikat untuk wilayah tersebut dan dapat menumbuh kembangkan produsen benih jagung hibrida.

"Pada akhirnya nanti kita harapkan dapat meningkatkan produksi benih nasional secara berkelanjutan,"uja ujar Takdir kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Namun demikian lanjut Takdir tumbuh kembangnya pelaku usaha penangkaran benih jagung hibrida juga tidak lepas dari peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) dalam melakukan pengawalan dan pendampingan program tersebut. "Dengan demikian kinerja dan pengawalannya sangat diharapkan," tegasnya.

Menurut Takdir program ini juga melihat keberhasilan pengembangan produsen benih jagung  yang telah diawali pada tahun 2018 di 5 provinsi yaitu Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Bahkan Sulawesi Tengah sudah bisa memproduksi benih sendiri untuk kebutuhan benih kabupaten tersebut.

"Keberhasilan Pilot Project ini diharapkan dapat diterapkan di beberapa kawasan lain untuk mereplikasi kegiatan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani ke depan," ujarnya.

Di tahun 2019 ini, Kabupaten Tuban dan Tanah Laut, serta beberapa kabupaten lainnya ditunjuk Kementerian Pertanian untuk melaksanakan kegiatan menumbuhkembangkan produsen benih jagung hibrida melalui Pilot Project Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani.

Sebagai langkah awal,Kabupaten Tuban akan disiapkan lahan seluas 1.000 hektare. Kebutuhan benih jagung hibrida di Tuban sangat besar dan potensi produksi jahung berpeluang untuk berkontribusi menyuplai industri pakan ternak di Provinsi Jawa Timur juga wilayah lain. Diperkirakan untuk memenuhi areal produktif jagung seluas 119.000 ha di tahun 2019 ini diperlukan kebutuhan benih kurang lebih 1.785 ton. kbc11

Bagikan artikel ini: