Meski pasar masih lesu, penjualan proyek CitraLand Driyorejo CBD tetap tinggi

Sabtu, 6 Juli 2019 | 18:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski pasar properti di Tanah Air masih belum menunjukkan tren positif, namun PT Ciputra Development Tbk cukup sumringah. Pasalnya, proyek terbarunya di kawasan Driyorejo, Gresik, yakni CitraLand Driyorejo CBD mendapat respon positif dari calon konsumen.

Hal ini terlihat saat pemilihan unit yang  berlangsung di Surabaya, Sabtu (6/7/2019), dimana ada lebih dari 200 peminat yang telah melakukan pembelian melalui Nomor Urut Pemesanan (NUP).

Direktur Ciputra Group, D Agung Krisprimandoyo mengatakan, tingginya minat konsumen tersebut menunjukkan bahwa geliat pasar properti khususnya segmen menengah di Surabaya dan sekitarnya masih bagus.

"Bukan hanya untuk rumah tinggal, namun permintaan terhadap unit ruko juga luar biasa," katanya di sela acara pemilihan unit.

Seperti diberitakan sebelumnya, di proyek CitraLand Driyorejo CBD tersebut untuk tahap awal ditawarkan sebanyak 412 unit rumah modern dengan 6 jenis arsitektur pilihan, 249 unit ruko, mini tematik clubhouse , taman bermain, dan area hijau. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 700 jutaan per unit hingga sekitar Rp 1,8 miliar.

Untuk unit rumah, terbagi menjadi enam tipe ukuran tanah dan rumah, yang di antaranya ada rumah dua lantai. Mulai yang terkecil ukuran luas tanah 5x14 meter persegi hingga 8x16 meter persegi.

Diakui Agung, tingginya animo konsumen tersebut selain karena nama besar Cipura selaku pengembang juga akan dijadikannya proyek seluas 12 hektare  tersebut sebagai kota mandiri. Selain rumah tapak, juga dibangun ruko, dan apartemen.

Untuk pertama kalinya di Surabaya, CitraLand Driyorejo CBD membangun ikon Bianglala yang ditempatkan di depan gerbang utama, hal tersebut akan menjadi pusat hiburan yang menarik banyak orang untuk datang. 

"Dan nilai investasi CitraLand Driyorejo CBD akan meningkat dengan adanya perluasan akses dari Wiyung. Memiliki keunggulan lokasi strategis, dekat dengan akses masuk tol SUMO dan exit tol Driyorejo, dimana hanya 700 meter dari pintu tol," jelas Agung.

General Manager CitraLand Driyorejo CBD, Cholief Choerrasjaini menambahkan, tingginya animo calon konsumen terhadap proyek yang dikembangkannya tersebut sudah terlihat pada soft launching berupa Product Knowledge pada 18 Juni 2019 lalu di Ballroom 89 Ciputra World Surabaya, dimana ada sekitar 1.218 agent properti yang datang.

"Selain potensi investasi yang menggiurkan, tingginya minat pembeli itu juga karena banyaknya kemudahan yang kami berikan, seperti uang muka yang dapat dicicil 24 kali, pembayaran tunai dapat dibayarkan dalam 24 kali pembayaran tanpa bunga, hingga rencana penyerahannya secara langsung dan gratis (BPHTB, SHM, AJB dan canopy)," ulasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Senior PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus mengakui, saat ini produk yang menyasar segmen menengah menjadi penopang utama penjualan Ciputra Group khususnya di wilayah Surabaya dan Jawa Timur.

"Tahun lalu kontribusi penjualan rumah di segmen menengah atau di kisaran harga Rp 500 juta sampai dengan Rp 1,5 miliar memberikan kontribusi sekitar 65 persen. Penjualan komersial yakni ruko juga cukup bagus dengan kontribusi sekitar 20 persen, dan sisanya rumah segmen atas," jelasnya.

Dengan kenyataan itu, pihaknya akan tetap mengandalkan proyek-proyek baru dan cluster baru yang sebagian besar juga menyasar segmen menengah yang diluncurkan di tahun ini.

Asal tahu saja, di semester dua tahun ini, Ciputra Group mengembangkan tiga proyek baru di Jawa Timur, yakni CitraLand Driyorejo CBD, CitraLand Puncak Tidar Malang, dan satu lagi proyek di Kedamean, Gresik. kbc7

Bagikan artikel ini: