PT PAL bangun kapal bantu RS pesanan TNI AL senilai Rp764 miliar

Selasa, 9 Juli 2019 | 22:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PAL Indonesia (Persero) sebagai perusahaan konstruksi di bidang industri maritim dan energi berkelas dunia kembali mendapatkan kepercayaan dari TNI Angkatan Laut untuk memperkuat armada dengan pengadaan 1 (satu) unit Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) senilai Rp 764 miliar.

Kepercayaan tersebut setelah kesuksesan PT PAL Indonesia (Persero) dalam menyelesaikan 1 (satu) unit Landing Platform Dock KRI Semarang-594 yang diserahkan pada 21 Januari 2019 yang difungsikan sebagai kapal Bantu Rumah Sakit, membantu Kapal BRS Soeharso yang lebih dahulu beroperasi. 

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasai) Laksamana Muda TNI! Moelyanto, M.Si (Han) dalam sambutannya mengatakan bahwa pemvanvunan kapal BRS menjadi keniscayaan karena Indonesia adalah negara dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Sehingga keberadaan kapal NRS sangat vital dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, utamanya pada korban bencana.

"Seremoni first steel cutting Kapal Bantu Rumah Sakit yang akan dibangun oleh PT PAL Indonesia (Persero) inj merupakan langkah awal dalam proses fabrikasi atau pembangunan kapal. Saya berharap pembangunan akan berjalan dengan lancar dan dapat diselesaikan sesuai jadual," ujar Moelyanto saat acara first steel cutting Kapal Bantu Rumah Sakit, Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PL Indonesia Budiman Saleh mengatakN bahwa Kapai Bantu Rumah Sakit (BRS) dengan nomor pembangunan W000302 yang direncanakan rampung dan akan diserahkan pada Oktober Tahun 2021. Kapal  ini memiliki fungsi untuk operasi sipil maupun bantu militer angkatan laut. 

"Untuk fungsi sipil, Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) akan difungsikan untuk bantuan kesehatan sebagai rumah sakit terapung dengan fasilitas poliklinik, unit gawat darurat, fasilitas operasi, rawat inap dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya," ujar Budiman. 

Selain itu, Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) ini juga diharapkan akan mampu memperkuat fungsi bantuan kemanusiaan, bantuan bencana alam, transportasi logistik, bantuan pencarian dan penyelamatan serta evakuasi massal.

Selain fungsi operasi sipil, tentunya Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) juga akan difungsikan sebagai operasi bantu militer angkatan taut terkait dukungan untuk diplomasi angkatan laut, kerjasama internasional dan diperuntukkan sebagai landasan helikopter. 

Kapal dengan panjang sekitar 124 meter, dengan lebar 22 meter, tinggi 6,8 meter, dengan sarat air 5 meter memiliki bobot sekitar 7.300 ton ini didesain untuk dapat melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 14 knots dan kecepatan maksimum 18 knots. Direncanakan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) ini akan mampu membawa 120 orang crews, 16 orang helicopter crews, 89 total staf kesehatan, 163 pasien dan 280 orang personil yang dievakuasi.

Dalam acara first steel cutting yang bertempat di fasilitas divisi kapal niaga PT PAL Indonesia (Persero) turut dihadiri oleh Pangkoarmada Il Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, Danlantamal V, Katimlak Komite Kebijakan Industri Pertahanan serta perwakilan Kementerian BUMN. Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) yang akan dibangun oleh PT PAL Indonesia (Persero) akan menjadi kekuatan baru untuk mendukung peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga teritori bangsa bukan hanya dari sektor militer namun kemanusiaan dan kerjasama internasional. 

Kesempatan yang diberikan oleh TNI Angkatan Laut ini menunjukkan kepercayaan penuh TNI Angkatan Laut terhadap kemampuan PT PAL Indonesia (Persero) untuk menjadi solusi pemenuhan industri pertahanan bangsa.kbv6

Bagikan artikel ini: