Tiga varietas durian lokal ini diyakini mampu kuasai pasar dunia

Rabu, 10 Juli 2019 | 09:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Pertanian diminta lebih fokus pada jenis durian unggulan tertentu agar bisa menguasai pasar ekspor. Ketiga varietas durian super unggul yang disebut Karim, yaitu jenis Pelangi, Super Tembaga JF dan Srombut.

Ketiganya merupakan durian lokal yang dinilai sanggup mengalahkan jenis durian yang ada di dunia ini.

Hal itu disampaikan Pakar sekaligus pengusaha durian Karim Aristides melalui keterangan tertulis, Selasa (9/7/2019). "Rasa eksotis, lemaknya kuat, daya tahan lama dan tidak gampang kena penyakit. Durian Malaysia, Filipina, Thailand atau Vietnam lewat," ujarnya.

Karim menilai pemerintah sudah fokus menentukan varietas andalan durian nasional agar bisa eksis dalam pasar ekspor. Konsentrasi pada beberapa varietas asli yang terbukti unggul merupakan sebuah keharusan agar Indonesia bisa menguasai pasar.

Menurut dia, penggemar durian dari berbagai negara memiliki preferensi berbeda terkait cita rasa durian. Untuk orang Indonesia dan Jepang, umumnya menyukai durian yang manis. Berbeda untuk pasar China, Hong Kong, Singapura dan Malaysia justru suka rasa manis dengan sensasi pahit.

Durian Indonesia saat ini sudah menembus pasar mancanegara seperti Hong Kong, China, Malaysia, Vietnam, Timur Tengah dan lainnya. Ekspornya dari tahun ke tahun pun semakin meningkat.

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan durian Indonesia sebelumnya selalu defisit. Mulai 2018, Indonesia mampu membalikkan neraca perdagangan menjadi surplus. Ekspor durian tercatat 1.087 ton, sedangkan impor 351 ton sehingga surplus 700 ton.

Sentra durian tersebar mulai dari Aceh hingga Papua, hampir setiap kabupaten mempunyai varietas unggulannya masing-masing yang menjadi ikon wisata durian di daerah-daerah. Saat musim panen durian dengan waktu spesifik di setiap daerah, pemerintah daerah atau dinas pertanian setempat sering mengadakan Festival dan Kontes Durian yang didukung pelaksanaannya oleh Yayasan Durian Nusantara. kbc10

Bagikan artikel ini: