E-commerce mana yang jadi pilihan kaum milennial? Nih jawabannya

Rabu, 10 Juli 2019 | 19:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan riset Alvara memaparkan hasil survei yang dilakukan pihaknya terkait dengan perilaku masyarakat terutama milenial saat menggunakan layanan e-commerce.

Data dari survei ini dilakukan dengan pengambilan data lapangan, analisa data, dan penulisan laporan kepada 1.204 responden di Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dengan margin of error 2,89 persen.

Salah satu dari hasil survei itu khususnya untuk brand awareness dan jumlah pemakaian menyebutkan bahwa untuk kategori e-commerce shopping, masih didominasi oleh pemain-pemain asing. E-commerce jempolan Tanah Air, dalam hasil survei itu, belum menduduki brand awareness nomor wahid.

"Dalam hal ini, kami membagi e-commerce itu menjadi 5 sektor, yakni transportasi, belanja, tiket, digital payment, dan pengiriman makanan. Mayoritas setiap kategori, brand asli Indonesia mendominasi. Kecuali yang sektor belanja," kata CEO & Founder Alvara Research Hasanuddin Ali saat acara pemaparan hasil survei perilaku dan preferensi konsumen milenial Indonesia di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Dilanjutkannya, berdasarkan hasil survei tersebut, terlihat bahwa peringkat pertama brand awareness masyarakat terhadap brand e-commerce shopping adalah Lazada. Kemudian disusul Shopee. Lazada mendapatkan prosentase sebesar 47,9 persen dan Shopee 32,2 persen. Setelahnya, diurutan ketiga barulah ada Tokopedia dengan prosentase 15,4 persen dan Bukalapak 14,4 persen.

"Milenial mengasosiasikan Lazada dengan COD/bayar ditempat, sedangkan Shopee dengan ongkos kirim gratis. Sementara, Tokopedia dan Bukalapak diasosiasikan dengan aplikasi belanja terkenal," terangnya.

Hanya saja, kata dia, Shopee dan Tokopedia lebih direkomendasikan milenial dibandingkan dengan Lazada. Sementara itu, menurut Ketua Bidang Ekonomi Digital, Bima Laga, mengapresiasi atas survei yang telah dilakukan Alvara. Hanya saja, kata dia, jumlah responden yang dilakukan masih terbilang kecil sehingga baru menggambarkan sebagian kecil perilaku milenial.

"Data konkret e-commerce sebetulnya sudah bisa diambil dr BPS atau Bank Indonesia. Jadi survei ini baru menggambarkan sebagian kecil perilaku milenial. Tapi kalau market leader, saya serahkan ke masing-masing orang menilainya," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: