Sesuai syariah, Superqurban dari Rumah Zakat jadi solusi ketahanan pangan nasional

Kamis, 11 Juli 2019 | 14:51 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging kurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang.

Proses tersebut dilakukan sesuai syariah yang dicontohkan pada zaman Nabi. Hewan kurban dipilih yang sudah sesuai umur, sehat, dan tidak ada cacat berdasarkan pengawasan dewan syariah dan dokter hewan. Pemotongannya dilakukan di hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik. 

"Superqurban ini sesuai hadist yang disampaikan oleh Aisyah, bahwa dahulu mereka biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhiyyah (kurban) sehingga mereka bawa ke Madinah. Kemudian Nabi SAW bersabda, janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari (HR. Bukhari-Muslim)," ungkap Nur Efendi, CEO Rumah Zakat melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/7/2019).

Diproses dengan menggunakan teknologi tinggi, Superqurban bisa tahan hingga tiga tahun. Hal ini yang membuat Superqurban bisa dinikmati sepanjang tahun oleh masyarakat di pelosok Indonesia bahkan dunia.

Sebagai negara yang terletak di wilayah yang rawan bencana, Indonesia harus terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana serta potensi kerawanan pangan yang bersifat transien sebagai dampak bencana. Melalui program Superqurban Rumah Zakat memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang terkena bencana tersebut.

Sekadar diketahui, selama 2018 Rumah Zakat telah menyalurkan 502.521 paket Superqurban untuk 251.257 penerima manfaat. Sedangkan dari Januari hingga Juni 2019 Rumah Zakat telah menyalurkan 161.986 paket Superqurban untuk 80.993 penerima manfaat. Dengan jumlah terbanyak disalurkan di desa dan pelosok, kemudian terbanyak kedua untuk wilayah bencana. Sementara itu di Idul Adha tahun 2019 ini Rumah Zakat menargetkan 15.000 pekurban dengan  satu juta paket Superqurban untuk di distribusikan.     

Menurut Nur, dengan gizi seimbang, masyarakat desa akan memiliki energi lebih produktif, maju, dan berdaya. Demikian juga dengan masyarakat terdampak bencana.

“Dalam kondisi serba terbatas karena bencana asupan pangan sumber protein sangat dibutuhkan. Terutama sebagai sumber energi bagi mereka. Disinilah Superqurban berperan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Nur.

Hingga mancanegara

Solusi pemenuhan pangan tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat yang ada di Indonesia, tapi juga bagi para pengungsi  di empat negara yang mengalami bencana perang maupun kelaparan seperti Palestina, Suriah, Myanmar, dan Bangladesh. Selama tahun 2018 – 2019 Superqurban tersalurkan bagi ribuan pengungsi tersebut.

“Karena praktis saat disalurkan dan tahan lama, Superqurban menjadi paket andalan dalam penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di luar Indonesia. Dengan demikian kami berharap Superqurban benar-benar bisa menjadi solusi ketahanan pangan bagi Indonesia dan dunia,” ungkap Nur. 

Superqurban yang digulirkan sejak tahun 2000 merupakan inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan Ibadah kurban dengan mengolah dan mengemas daging kurban menjadi kornet dan rendang. 

Produk Superqurban dapat didistribukan sepanjang tahun serta mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging kurban sampai ke daerah-daerah pelosok dan terdepan di nusantara hingga dunia, selain itu Superqurban juga dinilai sebagai program yang inovatif. 

Sebagai Lembaga yang pertamakali melakukan inovasi mengolah daging kurban, Rumah Zakat berhasil mendapatkan penghargaan rekor MURI sebagai pengolah dan pengemas daging kurban pertama di Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: