Bantu perluas pasar UMKM Kuliner, Bekraf gelar Kreatifood di Surabaya

Sabtu, 13 Juli 2019 | 13:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berkomitmwn bantu tingkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil dan menengah. Tidak hanya soal peningkatan kualitas Bekraf juga secara kontinu menggelar pameran guna memperluas pasar dna jaringan pelaku UMKM tersebut. 

Dan kali ini, Bekraf kembali menyelenggarakan Kreatifood Expo dengan melibatkan 144 pelaku kreatif di bidang kuliner. Penyelenggaraan Kreatifood 2019 digelar di atrium Ciputra World Mall, mulai Jum'at (12/7/2019) hingga Minggu (14/7/2019).

Expo ini bertujuan meningkatkan pemasaran subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran. Selain itu untuk meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan. 

"Kami terus berkomitmen mengakselerasi produk dari pelaku ekonomi kreatif khususnya dalam hal pemasaran baik di dalam maupun luar negeri. Tentunya dengan melibatkan swasta dan Iembaga terkait,” tegas Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Yuana Rochma Astuti, Jum'at (12/7/2019).

Pada Kreatifood 2018 lalu, penyelenggaraan digelar di 10 kota besar di Indonesia. Kegiatan itu berhasil mempertemukan ratusan distributor dengan FoodStartup yang bergabung di Kreatifood dan membukukan transaksi Iebih dari Rp1 miliar selama acara berlangsung. 

"Harapannya, pada penyelenggaraan kali ini, akan Iebih banyak transaksi dan startup yang terkoneksi dengan distributor," ujarnya.

Penyelenggaraan Kreatifood tahun ini diawali dengan sosialisasi di 10 kota untuk menarik para pelaku usaha kuliner berpartisipasi. Pelaku kreatif terpilih yang diseleksi melalui program Kreatifood dan Food Startup Indonesia kemudian mengikuti Kreatifood Expo yang diselenggarakan pada Jumat-Minggu (12-14/7/2019) di Mal Ciputra World, Surabaya. 

Selain itu, pelaku kreatif tersebut juga akan dipertemukan dengan distributor, reseller, dan investor untuk membuka akses permasaran. 

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Kreatifood Expo diikuti oleh 144 pelaku kreatif kuliner. Dari 144 pelaku kreatif kuliner ini dikategorikan dalam beberapa zona. Antara lain, ready to eat, ready to drink, food service, dan food ingredients. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi subsektor kuliner terhadap Produk Dometik Bruto (PDB) ekonomi kreatif (ekraf) merupakan yang tertinggi pada 2016. Yakni mencapai 41,4 persen. Di tahun yang sama, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi US$1,206 miliar dari sebelumnya US$1,179 miliar. 

Salah satu pelaku UMKM dari Malang, Zainal mengatakan bahwa event yang digelar oleh Bekraf ini sangat membantu pemasaran hasil produksinya. "Saya ini alumni Food Startup Indonesia (FSI) 2017. Dan alhamdulillah saat ini hasil produksi keripik pisang saya sudah banyak digemari masyarakat. Tidak hanya pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor," ujar Zainal.

Produksi keripik pisang Zainal memang cukup unik karena terbuat dari bahan baku pisang "klutuk", pisang yang banyak bijinya yang biasanya tidak dikonsumsi. Tetapi di tangan Zainal, pisang yang awalnya tidak berharga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Keripik pisang ini sangat sehat karena tidak pakai gula sebagai pemanis dna digoreng dengan menggunakan minyak kelapa.

"Dalam satu bulan, saya bisa menghasilkan keripik pisang sekitar 4 ton. Kebanyakan pemasarannya ya domestik, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain itu, juga diekspor ke Malaysia dan Thailand dan Filipina.kbc6

Bagikan artikel ini: