Khofifah ingatkan HIPMI agar mampu hadapi tantangan ekonomi digital

Selasa, 16 Juli 2019 | 22:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada seluruh pengusaha muda yang hadir dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XV dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) II Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur 2019 atas pentingnya mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. 

"Tantangannya ekonomi digital bagi HIPMI menjadi bagian penting. Karena teknologi informasi adalah ruh dari segala sektor. Untuk itu, kita harus bisa ciptakan digital informasi di seluruh sektor, di UKM kita terapkan teknologi informasi, di nelayan kota terapkan teknologi informasi dan seterusnya," ujar Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rakerda XV dan Diklatda II BPD HIPMI Jatim di JW Marriot Hotel Surabaya, Selasa (16/7/2019).

Dengan demikian, akan tercipta integrated system yang diinisiasi oleh UKM dan IKM yang nantinya akan menjadi ruh, mengalir pada seluruh sektor ekonomi. Dna bahwa startup yang diinisiasi oleh anak bangsa memiliki potensi yang cukup besar karena pasar dalam negeri sangat luas.

"Maka tamparan seluruh HIPMI dan Kadin, jangan sampai dengan banyaknya startup, kita justru menjadi pasar bagi banyak negara. Oleh karena itu harus kita  imbangi dengan kompetitifnes yang  tinggi," tambahnya.

Khofifah juga berpesan bahwa hal yang sangat penting bagi pelaku usaha, khususnya pemula adalah rasa percaya diri. Menurutnya, banyak dari pelaku usaha yang tidak mengetahui bagaimana menerima calon buyer. Mulai dari menyiapkan tempat yang representatif hingga mengatasi kesulitan bahasa. 

" Untuk itu kami memberi bantuan tempat yang representatif, pendampingan dalam bentuk translator, pendampingan dalam bentuk internasional lawyer, dan operator. Tiga ini yang  ingin kami support bagi IKM dan UKM  yang ingin terbang tinggi.  Kalau ada tempat yang representatif, maka  bisnis meeting bisa dilaksanakan. Tempat tersebut basisnya adalah renovasi gedung Bakorwil di setiap daerah. Gedungnya bagus seperti Grahadi sehingga timbul rasa percaya diri," tegas Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa pemerintah sudah berupaya melakukan pembangunan infrastruktur besar-besaran. Hal tersebut salah satunya untuk membangun konektivitas. 

"Bagaimana kita membantu pengusaha besar dan kecil untuk mengembangkan usahanya. Tetapi  yang menjadi fokus pemerintah dan BUMN, tidak hanya pengusaha tetapi juga untuk masyarakat yang belum memiliki usaha," ujar Rini.

Pemerintah, berupaya membangum sektor ekonomi paling lemah hingga paling tinggi. Untuk itu, BUMN harus menjalankan misinya, yaitu BUMN harus bantu perekonomian nasional dan bantu masyarakat ekonomi lemah. "KUR yang disalurkan bank Himbara mencapai 114 triliun pada 2018 dna mampu menjangkau  jangkau 4,3 juta usaha rakyat di akhir 2018," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Mufti Anam mengatakan bahwa HIPMi berkomitmen untuk bersama-sama pemerintah mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik. Untuk itulah tema Rakerda ke XV dan Diklatda ke II BPD HIPMI Jatim mengambil tema "Menyongsong Indonesia  maju, adil dan makmur".

"Karena ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengajak masyarakat agar meninggalkan perbedaan, tinggakan dinamika dinamika politik yang sempat terjadi di saat Pemilu kemarin. Kita bersama-sama menyongsong Jawa Timur lebih maju," ujar Anam. 

Saat ini, HIPMI Jatim beranggotakan  5.479 anggota yang bergerak di beberapa sektor ekonomi, mulai dari pertanian hingga teknologi informasi. Dengan jumlah tersebut, maka saat ini mereka mampu mempekerjakan sekitar 20 ribu tenaga kerja.kbc6

Bagikan artikel ini: