Bekraf ingin pebisnis kreatif manfaatkan gelombang Asia ke Amerika

Rabu, 17 Juli 2019 | 07:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus mendorong pengembang industri kreatif hingga go internasional. Apalagi, sebentar lagi sektor ini bakal mendapat kepastian hukum dalam RUU Ekonomi Kreatif yang rencananya disahkan pada Agustus 2019 mendatang.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf menyatakan, RUU perlu segera disahkan karena dampak ekonomi kreatif sudah terasa, apalagi dengan adanya gelombang Asia.

"Dampak ekonomi kreatif sudah terasa, contohnya kemarin saya membawa salah satu anak bangsa dalam dunia permusikkan, yang kita kenal dengan Rich Brian, ke Amerika Serikat. Kita harus bisa mengembangkan Rich Brian yang lain, kebetulan juga gelombang Asia sedang merambah ke Amerika, jadi ini harus bisa dimanfaatkan sebetulnya untuk industri kreatif kita," ungkap Triawan di Gedung Kementerian Perdagangan, Selasa (16/7/2019).

Sebagai informasi, gelombang Asia di sini mengacu pada mewabahnya kultur dan seni negara Asia ke negara di benua lain, seperti Amerika. Contoh mudahnya, popularitas boyband asal Korea Selatan, BTS, di negara Paman Sam yang tentu berkontribusi banyak bagi pendapatan negara.

Triawan menambahkan, industri kreatif adalah salah satu kekuatan anyar yang dimiliki Indonesia untuk bisa eksis dalam lingkup internasional. Kekuatan negara tidak hanya dilihat dari militer (hard power), namun juga dari seni, budaya, ekonomi kreatif dan sejenisnya (soft power).

"Diharapkan, disahkannya RUU Ekraf nanti akan menjadikan ekonomi kreatif sebagai modal kuat Indonesia untuk bersaing dengan negara lain," ungkapnya.

Adapun RUU ini perlu disahkan agar anggaran untuk sektor ini dapat dengan mudah diturunkan.

Di bagian lain Triawan juga menyebut Bekraf akan menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan membangun kota kreatif pada akhir tahun ini, yang akan diberi sebutan “BCD” atau Bekraf Creative District.

Meskipun belum dibocorkan di daerah mana kota ini akan dibangun, rencananya kota tersebut tidak akan jauh dari Kota Jakarta.

“Kota ini tidak jauh dari Jakarta dan hanya memakan waktu perjalanan sekitar 1 jam lamanya,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf, saat ditemui di sela-sela pembukaan sosialisasi Rindekraf di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Triawan menambahkan nantinya pembangunan kota kreatif ini akan dilakukan bersama dengan pihak swasta dan BUMN. Meskipun akan menelan biaya yang sangat besar, ia mengatakan dengan tegas anggaran ini sama sekali tidak menggunakan APBN.

“Pembiayaan nantinya dari swasta, jadi tidak ada dari APBN sama sekali di sini,” tegasnya. 

Menurut Triawan, kota kreatif ini akan dibangun di tanah seluas 5.000 hektare. Terdapat enam sektor yang akan dibangun, di antaranya kuliner, fashion, kriya, film, musik, dan games.

Setiap sektor nantinya akan dibangun di lahan yang luasnya berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan adanya kota kreatif ini, Triawan berharap dapat membantu sedikit beban Kota Jakarta. “Ini juga diharapkan dapat membantu meringankan beban Kota Jakarta,” jelasnya.

Tahun depan rencananya, Bekraf pun sudah akan memulai rencana pembangunan meskipun baru berbentuk masterplan. kbc10

Bagikan artikel ini: