Bea Cukai minta platform e-commerce sharing data penjualan, ini alasannya

Rabu, 17 Juli 2019 | 08:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan meminta aplikator platform e-commmece untuk sharing data penjualannya.

Bea Cukai akan menggunakan teknologi untuk mensinergikan data antara penyedia jasa perdagangan e-commerce atau dengan sistem Bea Cukai.

"Minggu ini kami rencana bicara ya, secara personal saya sudah mengundang mereka. Tetapi resminya saya akan lihat karena ini tim teknis saya minta untuk bicarakan mengenai hal itu," ujar Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Bila sharing data ini terealisasi, maka Bea Cukai bisa mendapatkan data pemesanan barang di e-commerce secara cepat, realtime, akurat dan juga mudah.

Langkah itu, menurut Heru, akan memberikan kemudahan barang impor yang dibeli melalui e-commerce masuk karena datanya sudah dimiliki oleh Bea Cukai.

Dengan begitu maka barang impor e-commerce bisa lebih capat diterima oleh masyarakat yang membelinya karena proses pemeriksaan dipermudah.

"Bagi mereka yang akan gabung tentunya kami kasih keuntungan, yakni clearence, kemudian klarifikasi yang lebih simple karena kami sudah dapat akses data," kata dia.

"Tetapi bagi yang enggak mau enggak akan kami paksa, tetapi cara verifikasinya pasti perlu waktu kan karena kami tidak punya data yang realtime bisa kami ambil," sambungnya. kbc10

Bagikan artikel ini: