Bank tak bisa serta merta ikuti penurunan suku bunga acuan

Jum'at, 19 Juli 2019 | 06:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan industri perbankan menyambut baik penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 5,75%.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menjelaskan, penurunan suku bunga acuan BI biasanya akan direspon dengan penurunan suku bunga deposito.

"Suku bunga diturunkan tentunya akan mempengaruhi suku bunga pasar uang antar bank, dan yang tentunya akan direspon penurunan suku bunga deposito, karena suku bunga tabungan dan giro biasanya langsung menyesuaikan per hari ini," jelasnya, Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, paling tidak penyesuaian suku bunga deposito membutuhkan waktu sekitar sebulan. Dia juga mengatakan, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank untuk terlebih dahulu memberikan pemberitahuan sebelum menyesuaikan suku bunga deposito.

"Suku bunga deposito mungkin ada sebulan karena OJK menyebutkan bahkan perlu memberikan informasi terlebih dulu sebelum melakukan penyesuaian suku bunga deposito. Baru kita lihat sebulan, best practise sebulan penurunan suku bunga acuan, cenderung turun," ujarnya.

Selanjutnya, baru diikuti oleh penurunan suku bunga kredit. Namun, penurunan suku bunga kredit tergantung dengan likuiditas dan risiko kredit bank. Dua faktor tersebut juga menentukan besar kecilnya penurunan suku bunga kredit.

Menurutnya, rata-rata penurunan suku bunga kredit bank terjadi dalam 3 bulan. "Kalau bank tersebut kondisi likuiditas cukup ample dan risiko kredit cukup rendah bisa langsung menyesuaikan suku bunga kreditnya, tapi rata-rata 3 bulanan itu paling cepet. Barulah suku bunga kredit turun, cost of borrowing turun, baru kita lihat baru bisa berdampak ke sektor riil," terangnya. kbc10

Bagikan artikel ini: