Masyarakat makin sadar kesehatan, investasi laboratorium medis menggeliat

Jum'at, 19 Juli 2019 | 09:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan menjadikan layanan pemeriksaan kesehatan melalui laboratorium medis semakin dibutuhkan. Fenomena ini nampak dalam beberapa tahun terakhir di kawasan Asia Pasifik.

Apalagi ditunjang kemajuan teknologi, membuat sarana pelayanan medis menjadi menarik minat investor dan pebisnis berkecimpung.Hal inilah yang dijadikan VNU Exhibitons Asia Pasific menggelar Thailand LAB INTERNATIONAL 2019 di Bangkok, Thailand pada 25-27 September 2019 mendatang.

Head of Science and Technology Unit VNU Exhibition Asia Pasifik Anucha Parnpichate menuturkan Thailand LAB INTERNATIONAL 2019 merupakan pameran dan konferensi peralatan dan teknologi laboratorium analitik.Ajang ini sudah diselenggarakan ke sembilan kalinya.

"Kami berusaha untuk menangkap pasar ini dengan meningkatkan investasi di Laboratorium Ilmu Hayati & Medis melalui pameran. Sehingga meningkatkan peluang bisnis di pasar Asia,” kata Anucha kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Selain itu, pengunjung juga disuguhkan dengan berbagai macam peralatan dan teknologi laboratorium terbaru dari lebih 250 merek global di seluruh dunia. Menurutnya ajang pameran dan konferensi ini banyak menarik kalangan baik akademisi maupun dunia usia.

Tahun lalu, Thailand LAB INTERNATIONAL 2018 berhasil menggaet 9.109 pengunjung dari 43 negara dan 203 perusahaan. Selama pameran, lebih dari 216 pembeli potensial dan memfasilitasi 934 sesi bisnis.

Sejumlah negara menjadi delegasi tetap di ajang ini diantaranya dari China, Jepang.India, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Hong Kong dan Inggris. Tahun 2019,dari ajang pameran dan konferensi ini pihaknya menargetkan transaksi US$20 juta.

Berbagai konferensi yang mencakup banyak industri laboratorium terkait juga akan diadakan. Di antaranya, pembaruan tentang ISO/IEC 17025 untuk standar laboratorium, keamanan makanan dan biofarmasi; informasi terkini tentang penyakit saat ini, seperti demam berdarah dan pengembangan ganja untuk medis.

Pada pameran kali ini, lanjut Anucha pihaknya telah meluncurkan area baru bernama Bio Investment Asia. Area itu berfokus pada inovasi dan tren untuk Ilmu Hayati dan Bioteknologi, serta Perawatan Kesehatan dan Kebugaran.

Deputi Direktur Pusat Keunggulan untuk Ilmu Hayati Thailand Sirasak Teparkum mengatakan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan pengujian medis didasari adanya laju urbanisasi yang cepat yakni dari 36,7 persen pada 2000 dan diperkirakan menjadi 50,6 persen pada 2025.

Selain itu, lanjutnya, sejumlah kondisi lain juga menjadi faktor peningkatan pasar laboratorium medis di kawasan Asia Tenggara, yakni pertumbuhan warga lanjut usia atau manula serta naiknya pendapatan per kapita yang mendorong permintaan terhadap perawatan kesehatan dan kebugaran.

"Karena itu, industri perawatan kesehatan laboratorium medis ini merupakan peluang investasi dan pasar potensial untuk ditangkap," katanya .

Sirasak mengungkapkan, beberapa bidang di industri kesehatan yang merupakan pasar potensial seperti farmasi atau obat-obatan, jasa perawatan kesehatan, industri peralatan medis, laboratorium medis serta kosmetika akan terus berkembang.pada 2017, tambahnya pasar untuk industri tersebut di Asia Tenggara senilai US$684 juta, pada 2018 naik menjadi US$757 juta dan pada 2019 diperkirakan US$815 juta.

Semmentara pada 2021 diproyeksikan sebesar US$981 juta atau dalam lima tahun naik rata-rata tujuh persen.Pasar terbesar masih diduduki Singapura yakni 40 persen, disusul Thailand 16 persen, Malaysia 10 persen, Vietnam 8 persen kemudian Indonesia 5 persen dan Filipina 6 persen pada 2017.

Sedangkan pada 2021 diperkirakan pangsa pasar industri kesehatan di lima negara tersebut naik menjadi 40 persen untuk Singapura, Thailand sebesar 21 persen, Vietnam 10 persen, Indonesia 9 persen, Malaysia 8 persen dan Filipina 7 persen.kbc11

Bagikan artikel ini: